Tampilkan postingan dengan label Ababil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ababil. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 Maret 2013

Direktori File

by : Risa Umari Y.A. at 9:16:00 AM 0 komentar
 mungkin menghapus sebuah file itu mudah
pilih direktori yang akan kamu hapuskan
lalu delete

tak akan melihat data yang dulu ada di dalamnya, kan?
tak akan menelisik sebagian kecil di dalamnya lagi, kan?
tak akan terpikirkan tentang isi itu kan?

jika kau tak sengaja "kehilangan" direktori itu
apa yang kau lakukan?
menangis?
kehilangan?
buncah?

sedang balikkan pada realisasi nyata
ini dunia nyata
di mana jiwa raga dapat terjaga
rasa dan asa dapat saling berbicara
ini bukan ilmu komputa
yang bisa kau isi buang suka-suka

Rabu, 27 Februari 2013

Aku, Kamu, Hujan, dan Secangkir Capuccinno

by : Risa Umari Y.A. at 2:49:00 PM 0 komentar

Cerita ini hanya untuk diceritakan
Bukan untuk dilupakan atau delakkan

Kau ingat saat hujan itu turun?
Belaian tanganmu menyentuh helai-helai rambutku perlahan
Memelukku dengan jemarimu yang kuat
Lalu mendekapku dalam dadamu yang hangat di bidang

Kau tahu bagaimana saat itu?
Aku hafal benar aroma tubuhmu
Aku hafal betul apa yang mau kau beri kepadaku saat hujan

Kamis, 31 Januari 2013

Ajarkan Aku Mencinta, Rabb

by : Risa Umari Y.A. at 8:48:00 PM 0 komentar

Yaa Allah ajarkan aku mencintai dalam diam.
Dengan jauhnya jarak.
Dalam kesederhanaan
Dan keikhlasan yang amat besar.

Jaga hatiku hanya untuknya
Pria yang  berani menghadap Ayahku
Pria yang  dengan hormat memintaku menjadi makmummnya
Pria yang dengan kesalehannya mampu menjadi imamku

Rabu, 30 Januari 2013

by : @andiinni and @rissa_cha special gift for @windadwia and @melloondd birthday

by : Risa Umari Y.A. at 1:29:00 AM 0 komentar




















 
Happy Birthday Ciwin & Melon


Terima kasihlah pada Dia. Satu-satunya yang tahu tentang dirimu tanpa kau menceritakannya. Ia Rabb Tuhan kita yang masih memberimu, kalian, dan aku, serta kita kehidupan yang tak ternilai harganya.
Tak terasa, umur kalian memendek. Ah, bukan itu masalahnya. Tapi… sudah cukup pantaskah kita di hadapanNya? Pantaskah kita menuju JannahNya?
Sungguh, di sisa waktu yang masih Ia berikan sepenuhnya pada kita, mari tingkatkan keimanan dan ketakwaan kita.
Oh iya, amal dan ibadah kita masih belum bisa dibilang TOP. Masih sering nggak bisa nahan emosi dan nafsu.
Tapi…
Allah selalu memberi nikmatnya secara sempurna pada kita.
Sob , selamat ulang tahun yaa. Ini bukan hanya sebuah kebahagiaan belaka. Namun juga sebuah pembelajaran. Untuk mendewasakan dan memantaskan diri di hadapanNya.
Tertanda, penuh cinta : Risa Umari Yuli Aliviyanti ^^

http://risaumari.blogspot.com

Sabtu, 12 Januari 2013

Perhiasan Terbaik

by : Risa Umari Y.A. at 11:05:00 PM 0 komentar
Memahami sifat yang dimiliki seorang perempuan tida hanya memahami perempian apa adanya. Melainkan memahaminya dengan sepenuh rasa dan logika. Karena, sifat dan rasa yang ada di diri perempuan itu tak bisa jika hanya dijabarkan sepihak saja.

Dengan membaca perempuan secara holistik, maka sifat-sifat itu akan hadir sebagai potensi besar dalam meraih kesuksesan.

Karena itu, janganlah memahami sifat perempuan satu arah saja. Artinya, jangan hanya perempuan saja yang memahami sifat itu. Pasangannya juga harus memahaminya , sehingga akan terbentuk sinergi yang luar biasa.

Laki-laki yang dapat memanfaatkan potensi besar yang ada di dalam dirinya tentu saja akan mendapatkan berkah yang luar biasa.

Karena, potensi perempuan itu akan menjadikan sang suami semakin tehar dan tegak dalam menggapai kesuksesan di masa depan.

"Di balik pria yang hebat, ada seorang wanita kuat!"

Dengan memahami sifat dan potensi yang dimiliki oleh perempuan, maka perhiasan yang paling baik dan paling sempirna akanhadir.

Jumat, 04 Januari 2013

Pemikiran Seorang Pria (Subj)

by : Risa Umari Y.A. at 7:50:00 AM 0 komentar
Di planet yang berisi milyaran jiwa ini, akubaru saja terbangun. dengan ingatan paa orang yang sama. dengan harapan yang sama. pada dia. dia dengan keanggunan dan pribadinya yang keibuan.

kau tahu, dia ibarat mawar berduri. begitu indah dan cantik sebenarnya. tapi aku tahu betulmeski sekujur tubuhnya tertutup rapat. ia tak mau seorangpun melihat barang sejengkal keindahannya. cukup pancaran hati saja yang terlihat, ujarnya.

ia tak ingin lelaki melihat dirnya cuma-cuma. tanpa harga. tanpa ijab dan mas kawin. ijab adalah tujuannya berhijab. hijab mendapatkan ridha Sang Illahi agar mendapatkan ijab yang pantas. ijab yang luar biasa membahagiakannya.

sebab ia tau, bermesraan ataupun melihat aurat akhwat atau menampakkan adalah dosa. zina katanya. sedangkan jika ijab, semuanya begitu manis. tak jadi dosa. malah jadi pahala. Subhanallah.

kau tahu mawar berduri? ia indah, namun orang-orang berpikir untuk merusaknya. hey, lihatlah! dia terlindung oleh semak belukar dan rentetan duri. duri api yang menjilat. ia tak akan menampakkan diri dan keindahannya kecuali pada seorang pemberani. seorang yang datang kepada pemilik mawar duri itu.

atas izin pemiliknyalah, mawar itu dapat ia bawa pulang.

entah, aku tidak menyukai wanita yang suka berjalan, shoping, berhosip, atau menghabiskan waktunya untuk senang-senang. karena aku dan sebagian besar pria lain menuntut bahwa wanita yang akan menjadi oendamping kami kelak haruslah wanita yang taat pada kami, sebagai suaminya. ia sering bergaul dengan anak-anak, sedekah tiada kira, atau sibukdengan perbaikan dirinya.

aku merasa tak enak hati jua saat memposisikan diri sebagai pria lain.ah, maksudku pria yang sedang dalam ikatan pacaran. yah, kau tahu lah, aku memutuskan menjadi pria yang ksatria. hanya ingin menikahi dan berpacaran pada satu wanita saja. pertama dan terakhir.pacarku aalah istriku.

panas dan cemburu rasanya melihat ia berjalan dengan pria lain. lebih banyak ,enghabiskan waktu dengan yang lain, ketimbang aku yang notabene pacarnya. keluh kesah, empel, dan beberapa kata putus ia l8ntarkan kepadaku. aaah, tidak-tidak, nampaknya cukup bagiku membayangkan adegan percintaan ini
sudah.

aku melihat kesederhanaan itu pada dirinya. tak terlihat, tak terjamah. dan jarang sekali dinikmati orang banyak. entah, ia syar'i. rela meninggalkan mode pakaian demi menjaga keindahan rubuhnya.

sungguh, sunggu aku menginginkannya menjadi istriku. istriku untuk dunia, maupun akhorat.

Yogyakarta, 4 Januari 2013
7:49
dalam pikiran menjadi seoarang pria

http://risaumari.blogspot.com

Jumat, 28 Desember 2012

Hujan Itu...

by : Risa Umari Y.A. at 5:55:00 PM 0 komentar
Sore ini kotaku, Jogjakarta kembali hujan.
Mungkin Tuhan sedang menguji jutaan niat.
Sejuta rencana akan dilaksanakan sore ini.
Atau malam ini.

Ya memang manusia punya rencana.
Tapi Tuhan yang menentukan, kan?

Barangkali Dia sedang mengujimu.
Kesungguhanmu menepati janji.
Atau kesungguhanku meminjam catatan.

UAS tinggal menunggu hari nampaknya.
Ya, pastinya melengkapi catatan.
Mungkin ilmu dari apa yang kucatat dan kudengar tak cukup.
Aku harus berkelana,
bahkan mungkin ke para kakak kelas.

Hujan mengujimu.
Apakah kau sungguh pergi bersamanya?
Menepati janjimu bertandang ke rumahnya?
Kau bilang akan temui Ayahnya.

abukan, ini memang bukan malqm Minggu.
Bukan waktunya untuk bercumbu.
Setiap hari adalah Hari PERJUANGAN.
HARI P E N G O R B A N A N

Rabu, 26 Desember 2012

Mungkin Cukup

by : Risa Umari Y.A. at 12:01:00 PM 0 komentar
jika kau sedang terbang akan mimpi indahmu
jangan kau coba untuk jatuh
pertahankanlah posisi itu
etaplah terbang indah di sana

janganpernah lelah untuk terbang
membawa jutaan mimpi yang hrus kau sampaikan
membawa bahagia yang harus kau tunjukkan
tunjukkan pada duniamu

mungkin kali ini aku akan mencoba turun
perlahan lahan namun tak yakin akan tuun
hanya sebuah perasaan yang teringinkan

aku ingat apa katamu dulu
cobalah! jika kau mencoba untuk menyerah maka berhentilah!
berhantilah berpikir bahwa kau akan berhenti!

bahwa kau akan menerah.
tanpa kaubtahu atau tidak kau selalu ada
dalam deret mimpi yang sudah kusampaikan
mugkin belum terwujud
atau jangan-jangan tidak sama sekali

mugki cukup
cukup menuliskan namamu saja
pada deretnmimpi yang akan kurengkuh
mungkin cukup
mungkin cukup namamu saja
di tiap sujud akhor
atau sepertiga malam

mungkin cukup namamu saja
harapanku kelak yang mungkin akan menyublim perlahan

Jogjakarta, 26 Desember 2012
12.00 di dalam R. 302
dalam harapan dan mimpiku yang tak tahu diri
http://risaumari.blogspot.com

Selasa, 11 Desember 2012

Surat RIndu - 1

by : Risa Umari Y.A. at 9:12:00 PM 0 komentar
Mama, kau tahu? Hidup jauh darimu itu sangat tidak mengenakkan. Walaupun aku makan berlaukkan daging, itu terasa pahit. Sesegar apapun minuman yang aku teguk, tak cukup menghilangkan dahaga ini.

Mama, saat ini aku tumbuh ,mulai dewasa. Mungkin saatnya aku harus membuat keputusan sendiri. Belajar bertahan hidup di tengah masyarakat seorang diri. Walau sebenarnya kau tetap membimbingku dari jauh.
Mama, kau ingatkan nasihat yang pernah kau katakana padaku dulu? Untuk belajar memasak, mencuci, dan membersihkan kamarku sendiri. Dulu aku piker aku tak membutuhkannya. Ternyata, sekarang aku benar-benar butuh. Aku sangat memerlukannya.

Untungnya dengan sabar kau membimbingku melakukan ini semua. Hingga saat ini, Alhamdulillah aku mampu melakukannya. Walau tak sehebat engka, Mama.

Sabtu, 08 Desember 2012

Mungkin Hanya Ini

by : Risa Umari Y.A. at 6:04:00 PM 0 komentar
"Kita menulis bersama di kertas yang sama. 
Bersama pula mewarnainya. 
Tapi, haruskah aku sendiri yang menghapusnya?"

"Aku menadahi hujan ini sendirian. 
Dua sumber berbeda namun sama. 
Dari Tuhan dan dari pelupuk ini.
Keduanya sama-sama dingin dan nyenyat. "

"Di luar hujan. Di jendela kamar kulihat kehilangan yang mengembun."



Jogjakarta, 8 Desember 2012
17.35
dalam perasaan yang sama seperti hujan. Dingin, pucat, dan beku
-Hafsa Karosita

Minggu, 25 November 2012

Sejiwa yang Pudar

by : Risa Umari Y.A. at 9:25:00 AM 0 komentar
Mungkin saja hujan memudarkan sejiwa itu. Atau kau yang menyublim perlahan. Ah, nampaknya aku tak tahu menahu apa yang tengah terjadi pada dirimu. Aku masih saja duduk manis sambil menikmati setengah cangkir cappucino.

Biasanya setelah pulang dari kelas menulis, aku selalu menceritakan banyak hal padamu. Tentang begitu bahagianya aku saat bertemu dengan seseorang yang mampu membuatku meleleh dengan kata indah nan puitis yang ia tuliskan. Atau betapa bahagianya aku saat berjumpa dengan banyak orang yang memiliki keinginan dan mungkin kemampuan yang lebih dahsyat dariku.

Aku rindu bercerita itu padamu. Di tengah kelas, aku berpikir. Lalu, dengan siapakah aku akan berbagi kali ini? Entahlah. Seperti ada sepotong duri di antara kita. Aku ingin berkata, berucap, bercerita padamu. Tapi... Ah, sudahlah.

Walaupun dalam keadaan bahagia seperti ini, ini bukan bahagia namanya jika aku tak bisa berbagi denganmu. Ah, aku merasakan sakit dan bahagia itu seorang diri, tanpa ada kamu. Tanpa kamu yang selalu saja setia mendengar ceritaku seperti erangan laron.

Entah, mungkin hujan senja itu membantuku menurunkan bulir. Saat aku memulai kewajibanku pada-Nya, air itu jatuh. Ah, sedahsyat inikah hujan senja ini?

Selasa, 20 November 2012

Kamu? Ah, entahlah...

by : Risa Umari Y.A. at 10:32:00 PM 0 komentar
Selamat malam kau
kau yang di sana
entah sedang apa
yang mungkin tak sedang memikirkanku
namun entah beruntung atau tidak dirimu
aku memikirkanmu
mendoakanmu di tengah malam ini
selalu saja begitu
ah, entahlah...

tahukah kau, 
sesak rasanya
di tiap tarikan nafas
rasanya pulmo ini menanggung beban
teramat banyak sekali
ingin menyeruak keluar
bermain dengan ikatan udara
namun, entahlah...

Kamis, 15 November 2012

101112

by : Risa Umari Y.A. at 12:54:00 PM 2 komentar
pernah suatu saat kita berjanji untuk bertemu
mungkin bukan janji yang terlalu penting bagimu
yah, entahlah aku selalu yakin bahwa saat-saat 
yang berkaitan denganmu itu sangat penting
sangat wajib untuk kuingat dan mungkin kutulis di sini

mungkin apapun yang berkaitan denganmu
ya dengan namamu selalu kutulis di sini
agar aku bisa mengingatnya nanti
atau mungkin agar banyak yang mendoakannya ini untuk kita
maaf, maksudnya kebaikan untukku, untukmu, dan semoga saja kita

siang itu aku masih saja terjebak di tengah pekatnya asap Jogja
di antara rentetan mobil, motor, dan deru asap kendaraan
aku berjuang.
ummm tidak juga sih
ah, bahasaku terlalu berlebihan
untuk bertemu kamu di suatu tempat
tempat yang menuturutmu, dan juga aku sangat menarik

sebuah toko buku dengan cafe di lantai dua
aku selalu merasa aman, nyaman, 
dan selalu saja kepalau dipenuhi tentang angan tentangmu
ah, maafkan aku

sudah, sekarang kita duduk bersisian di sini
berhadapan
merengkuh segelas susu vanilla
manis, ah sangat manis
entah gula yang terlalu banyak tertakar, atau karena aku melihatmu?
ah, lagi-lagi aku terlalu jujur

Kamis, 08 November 2012

Em, bagaimana ya?

by : Risa Umari Y.A. at 4:25:00 PM 0 komentar
Halo,  dirimu.

Dirimu yang entah di mana. 
Dirimu yang entah siapa.
Dirimu yang entah entah entahlah.

Taukah kau?
Aku menantimu sejak kemarin.
Menunggu di sini sejak lama. 
Untuk kemarin, hari ini, dan esok.
Esok yang entah kapan.
Tapi kutuliskan lima tahun lagi. 
Yap, setelah aku menyelesaikan studiku dan profesi.

Hujan di Bulan November

by : Risa Umari Y.A. at 3:38:00 PM 0 komentar
Duhai Sang Maha Cinta. Duhai Pemilik Rindu. Duhai Pemilik Hati, Jiwa, dan Perasaan. Duhai Sang Maha Segalanya. Yang Maha Membolak-balikkan Hati

Di sini di awal November yang ujung. Lalu, di awal November lalu. Sama. Hujan November. Menyibakkan kegersangan hati. Menutup retakan jiwa. Menitikkan kehidupan padapribadi yang mulai mati. Kering. Dan mulai kehilangan harap.

Lalu, bagaimanakah dengan aku? Cukupkah kuat aku di atas tanah lembab dan terkulai lemah ini? hah? Sanggup? Cukupkah aku dengan curah hujan yang tidak bisa tertakar ini?

Setelah hujan datang biasanya ada pelangi. Bagaimana jika yang terjadi adalkah sebalikannya? Bukan, bukan tak ada hujan ataupun pelangi. Maksudku bagaimana jika pelangi tampil sebelum hujan? Ya begitu maksudku. Aku telah tersibak terlebih dahulu oleh fatamorgana. 

Entah semu, maya, nyata, ataukah ilusi? Entahlah apa itu. Yang jelas aku menikmati lingkar hidup yang Ia goreskan.  Dia yang maha segalanya. Yang maha mengetahui. Memiliki apa yang kini bersamaku. Apa yang kini telah dititipkan padaku. Benar, suatu saat pasti akan lepas. Aku harus rela melepaskan apa yanglagi aku pinjam. Sedang kunikmati. Atau apa sajalah.

Sabtu, 27 Oktober 2012

Rindu itu...

by : Risa Umari Y.A. at 3:06:00 PM 2 komentar
rindu itu saat kau inginkan dia ada di sisimu
berharap dia memberikan bahunya untuk tempatmu menangis
atau meminjamkan dadanya yang lapang dan kekar untuk bersembunyi
menutupi duka sekaligus mencurahkan duka

pagi ini, aku sendirian pergi ke lapangan
memang ramai, memang dengan beberapa lainnya
namun sama saja. hampa.
aku merasa sepi dan terasing
tak ada wanita tegar yang berjalan beriringan denganku

sejak sujud pertama aku merasa mataku begitu berat
ngantuk mungkin

tubuhku dingin dan gigil
mungkin semalam Jogja sedang hujan

mukena putihku basah
mungkin embun Jogja yang terlalu ganas membelai tubuhku

Rabu, 10 Oktober 2012

Tetes Bulir yang Kembali Jatuh

by : Risa Umari Y.A. at 6:16:00 PM 0 komentar
Telah lama aku merindukan hujan
sama seperti aku merindukanmu
sejak awal musim kemarau panjang
hingga kini hujan datang
aku masih merindukanmu
masih menantimu di tempat yang sama
dengan harapan yang semakin meruak
dengan rasa yang semakin membara

aku merindukan hujan
tak ayal keluar dari mataku sendiri
mata hitam berkantung penuh tanda tanya
semakin kuat bergelayut dalam lembar hepar
di tiap cuplikan ganglion
di tiap bagian neurotransmitter

entahlah
mungkin kalut
mungkin saja neuron terlalu lelah dan aus
otot mata telah tak seelastis dulu lagi
degub jantung lemas
tak nyaring seperti dulu

apakah ini?
apakah ini?
apakah ini?

aku hanya ingin menangis
diam-diam
dalam hati saja
biar aku saja yang tahu
sebab, jika tercurah air mata
akan ada orang yang mungkin mengulurkan tissue padaku
dan mungkin itu bukan kamu

aku ingin nangis sendiri saja
diam, sakit, dan tersiksa
hanya untukmu
air mata untukmu
walaupun kau tak akan mau tahu
dan tak akan pernah tau

bahwa
hujan ini hanya untukmu

kembalilah
bawakan aku pelangi
setelah merasakan sakitnya hujan dalam hati

Yogyakarta, 10 Oktober 2012
dalam pengharapan terbesarku
Wallahualam bisawab

http://risaumari.blogspot.com

Jumat, 28 September 2012

Surat Untukmu, Lelakiku

by : Risa Umari Y.A. at 5:55:00 PM 0 komentar
Selamat malam kamu, (calon) lelakiku kelak
maaf aku menuliskan surat ini tanpa sepengetahuanmu
aku sengaja menuliskan ini untukmu
untukmu lelakiku.

ingin rasanya surat ini kuselipakn di tumpukan buku favoritmu
menaruhnya di depan pintu kamarmu bersama selembar poster kesukaanmu
atau aku ingin membacakannya di depanmu, Ibumu, dan keluargamu

kita memang tidak tahu kan dengan siapa kita akan berlabuh terakhir?
ini juga sebuah perjalanan panjang
menemukan dermaga yang tepat bagi hati yang tak pernah merasa lelah mencicipi cinta

sampaikan surat ini pada Ibumu ya.
walau aku tak pernah menemui atau bersitatap langsung dengan Beliau,
aku tahu Ibumu adalah wanita yang hebat
aku mengenalmu sebagai seorang pribadi hebat
bagaimana dengan Ibumu, wanita di belakangmu?

aku ingin suatu saat nanti kau berkata padaku :
duhai kamu, wanita satu-satunya yang kucintai
aku lelakimu dengan bangga dan pasti memperkenalkanmu pada Ibuku
wanita pertama yang kusayangi sebelum kamu

Kamis, 27 September 2012

Patah . . .

by : Risa Umari Y.A. at 1:00:00 AM 0 komentar
klik klik klik
dung dung dung
klik klik klik klik klik klik enter
dung dung

irama tangan jemari menekan lembut tuts hitam
entah apa yang ia lakukan
tersenyum saat mendengar dung
mengerutkan dahi saat klik itu terdengar
oh

entahlah
tak berani aku melihatnya
tak ia beri barang sedikit celah untuk mengintip
untuk melihat apa yang dia lakukan
mengintip barang hanya sehuruf

dung dung
saat itu air wajahnya kering
bibirnya menekuk manja
mengacak-acak rambutnya
mengambil benda berwarna hitam lain
mengetik dengan cepat sambil menarik nafas panjang
bersemangat kembali membalasnya
entahlah

ia kembali merahasiakannya dariku
lagi-lagi aku hanya bisa duduk sambil menerka apa yang ia lakukan

dung dung
membukanya
klik klik klik klik
kali ini sangat panjang
sangat amat teramat panjang
enter ditekan
titik dua buka kurung terkembang
banyak sekali
huruf E terketik pertama
kursos lama sekali berkedip tanpa tau apa yang harus dilakukan
N muncul dua menit kemudian
V tiba-tiba terkembang setelah e dan n
lkalu dengan cepat tuts Y dan tombol enter terketik kuat

ia kembali meringis. mencakar tembo\k
marah sendiri
diam dan menangis
menekan Alt dan F4
dan benda hitam itupun mati

tak nada cahaya atau bunyi klik dan dung
benda hitam lainnya berkedip
berbunyi berkali-kali
lagi-lagi ia mematikannya

meraih bantal dan tidur

Yk, 27 Sept 2012 at 01.00

http://risaumari.blogspot.com

Pengantar Mimpi

by : Risa Umari Y.A. at 12:42:00 AM 0 komentar
Assalamu'alaikum.
selamat malam.
Laylatuka saidun.
m3t m4lL4mbBh

halo. sedikit ragu sebenarnya aku menulis surat ini. ingin kutulis apa aja lah di kertas lusuh ini. hingga tetes penaku terakhir, dan mungkin tetes darahku terakhir. namun aku tak menginginkannya. aku ingin masih tetap hidup. berjuang dengan semua yang berkecamuh di hati dan pikiran. kakiku yang pegel, hati was-was, dan terkadang aku lupa apa itu mandi.

rindu itu sakit ya? ah. bukan. bukan hanya jarak yang membuat rindu itu terdengar syahdu. bukan pula jarak antar kelas, kampus, atau apalah yang membuat rindu itu mencuat tinggi? entahlah.

kisruh dan camuh di milyaran neuron otak membuatku berpikir lebih cepat. seharusnya. namun nampaknya pusat otakku menolak dengan keras terhadap sebuah materi bahan yang tak bisa dengan cepat ia cerna. ia tafsirkan dalam bentuk visual. hanya imajiner.

tak semuanya harus dituangkan dalam visual dan realistis kan? karena sejujurnya realistis itu tak seperti apa yang kamu imajinasikan. berbeda dimensi, ruang, dan mungkin keadaan.

sesungguhnya aku grogi menulis surat ini. entahlah. mungkin kau juga tak akan membacanya kan, ya? aku harap tidak. apalagi kamu menikmati surat lusuh ini dengan seseorang yang umm menurutmu terbaik untukmu. tentunya bukan aku ya?

entahlah, tak apa jua. memang setiap kata atau tulisan yang kita ukir. seperti yang kutulis di beratus-ratus kertas dalam beberapa belas buku binder itu adalah apa yang aku inginkan, mimpikan. namun apakah menjamin bahwa semuanya akan terkabul?

siapkah aku jika Allah SWT. mengabulkan semua doaku? aku tak akan mengeti apa itu kerja keras, tanggung jawab, sabar, dan keringat serta air mata. Ia tak mungkin membuatku menjadi pribadi lemah dan cengeng.

entahlah, kembali kukatakan bahwa dalam beberapa tahun lalu ini aku telah bisa berjalan seok walkau ratusan paku menghujam tubuhku. tak kelihatan. di luar nampak sama, bagus, dan menyensngkan. itulah aku. entah sku selalu saja bisa tersenyum atau tertawa. ya walau getir.

ratusan kali jarum jam berputar atau pun sekali saja ia berputar penuh tiga ratus enam puluh derajat, aku kembali mengingatmu. jika aku hanya bisa menemuimu dalam mimpi, tolong jangan bangunkan aku dari mimpiku. aku ingin tetap di sana.

melihat setangkai mawar merah yang merekah indah. berayun elok ditiup semilir angin senja. segar, hija, dan basah akibat tetes embun di pagi buta. meniupkan sedesah doa dalamnya. aku hanya ingin duduk, melihat mawar itu. tak berani mendekat. sebab kupu-kupu itu telah berhasil merayumu.

membuatmu semakin elok dengan hadirnya. aku takut untuk mengambilmu, membawamu pergi. durimu mampu melukai. menyakiti.

ah, entahlah perumpamaan ini sangat salah dan menurutku jelek. ini tak ada sedikit pun menggambarkan tentang apa yang sesungguhnya ingin kuberitahukan padamu.

teruslah ajak aku untuk bermimpi. menggantungnya jauh ke angkasa. awan akan menopangku saat aku jatuh. bumi tak tega membiarkan tubuhku yang lelah akan mimpi rebah di atasnya.

terima kasih :) maaf aku grogi menuliskannya ini untukmu.
tertanda, aku yang diam-diam mencintaimu

Yk, 27 September 2012
at : 41

http://risaumari.blogspot.com
Tampilkan postingan dengan label Ababil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ababil. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 Maret 2013

Direktori File

Diposting oleh Risa Umari Y.A. di 9:16:00 AM 0 komentar
 mungkin menghapus sebuah file itu mudah
pilih direktori yang akan kamu hapuskan
lalu delete

tak akan melihat data yang dulu ada di dalamnya, kan?
tak akan menelisik sebagian kecil di dalamnya lagi, kan?
tak akan terpikirkan tentang isi itu kan?

jika kau tak sengaja "kehilangan" direktori itu
apa yang kau lakukan?
menangis?
kehilangan?
buncah?

sedang balikkan pada realisasi nyata
ini dunia nyata
di mana jiwa raga dapat terjaga
rasa dan asa dapat saling berbicara
ini bukan ilmu komputa
yang bisa kau isi buang suka-suka

Rabu, 27 Februari 2013

Aku, Kamu, Hujan, dan Secangkir Capuccinno

Diposting oleh Risa Umari Y.A. di 2:49:00 PM 0 komentar

Cerita ini hanya untuk diceritakan
Bukan untuk dilupakan atau delakkan

Kau ingat saat hujan itu turun?
Belaian tanganmu menyentuh helai-helai rambutku perlahan
Memelukku dengan jemarimu yang kuat
Lalu mendekapku dalam dadamu yang hangat di bidang

Kau tahu bagaimana saat itu?
Aku hafal benar aroma tubuhmu
Aku hafal betul apa yang mau kau beri kepadaku saat hujan

Kamis, 31 Januari 2013

Ajarkan Aku Mencinta, Rabb

Diposting oleh Risa Umari Y.A. di 8:48:00 PM 0 komentar

Yaa Allah ajarkan aku mencintai dalam diam.
Dengan jauhnya jarak.
Dalam kesederhanaan
Dan keikhlasan yang amat besar.

Jaga hatiku hanya untuknya
Pria yang  berani menghadap Ayahku
Pria yang  dengan hormat memintaku menjadi makmummnya
Pria yang dengan kesalehannya mampu menjadi imamku

Rabu, 30 Januari 2013

by : @andiinni and @rissa_cha special gift for @windadwia and @melloondd birthday

Diposting oleh Risa Umari Y.A. di 1:29:00 AM 0 komentar




















 
Happy Birthday Ciwin & Melon


Terima kasihlah pada Dia. Satu-satunya yang tahu tentang dirimu tanpa kau menceritakannya. Ia Rabb Tuhan kita yang masih memberimu, kalian, dan aku, serta kita kehidupan yang tak ternilai harganya.
Tak terasa, umur kalian memendek. Ah, bukan itu masalahnya. Tapi… sudah cukup pantaskah kita di hadapanNya? Pantaskah kita menuju JannahNya?
Sungguh, di sisa waktu yang masih Ia berikan sepenuhnya pada kita, mari tingkatkan keimanan dan ketakwaan kita.
Oh iya, amal dan ibadah kita masih belum bisa dibilang TOP. Masih sering nggak bisa nahan emosi dan nafsu.
Tapi…
Allah selalu memberi nikmatnya secara sempurna pada kita.
Sob , selamat ulang tahun yaa. Ini bukan hanya sebuah kebahagiaan belaka. Namun juga sebuah pembelajaran. Untuk mendewasakan dan memantaskan diri di hadapanNya.
Tertanda, penuh cinta : Risa Umari Yuli Aliviyanti ^^

http://risaumari.blogspot.com

Sabtu, 12 Januari 2013

Perhiasan Terbaik

Diposting oleh Risa Umari Y.A. di 11:05:00 PM 0 komentar
Memahami sifat yang dimiliki seorang perempuan tida hanya memahami perempian apa adanya. Melainkan memahaminya dengan sepenuh rasa dan logika. Karena, sifat dan rasa yang ada di diri perempuan itu tak bisa jika hanya dijabarkan sepihak saja.

Dengan membaca perempuan secara holistik, maka sifat-sifat itu akan hadir sebagai potensi besar dalam meraih kesuksesan.

Karena itu, janganlah memahami sifat perempuan satu arah saja. Artinya, jangan hanya perempuan saja yang memahami sifat itu. Pasangannya juga harus memahaminya , sehingga akan terbentuk sinergi yang luar biasa.

Laki-laki yang dapat memanfaatkan potensi besar yang ada di dalam dirinya tentu saja akan mendapatkan berkah yang luar biasa.

Karena, potensi perempuan itu akan menjadikan sang suami semakin tehar dan tegak dalam menggapai kesuksesan di masa depan.

"Di balik pria yang hebat, ada seorang wanita kuat!"

Dengan memahami sifat dan potensi yang dimiliki oleh perempuan, maka perhiasan yang paling baik dan paling sempirna akanhadir.

Jumat, 04 Januari 2013

Pemikiran Seorang Pria (Subj)

Diposting oleh Risa Umari Y.A. di 7:50:00 AM 0 komentar
Di planet yang berisi milyaran jiwa ini, akubaru saja terbangun. dengan ingatan paa orang yang sama. dengan harapan yang sama. pada dia. dia dengan keanggunan dan pribadinya yang keibuan.

kau tahu, dia ibarat mawar berduri. begitu indah dan cantik sebenarnya. tapi aku tahu betulmeski sekujur tubuhnya tertutup rapat. ia tak mau seorangpun melihat barang sejengkal keindahannya. cukup pancaran hati saja yang terlihat, ujarnya.

ia tak ingin lelaki melihat dirnya cuma-cuma. tanpa harga. tanpa ijab dan mas kawin. ijab adalah tujuannya berhijab. hijab mendapatkan ridha Sang Illahi agar mendapatkan ijab yang pantas. ijab yang luar biasa membahagiakannya.

sebab ia tau, bermesraan ataupun melihat aurat akhwat atau menampakkan adalah dosa. zina katanya. sedangkan jika ijab, semuanya begitu manis. tak jadi dosa. malah jadi pahala. Subhanallah.

kau tahu mawar berduri? ia indah, namun orang-orang berpikir untuk merusaknya. hey, lihatlah! dia terlindung oleh semak belukar dan rentetan duri. duri api yang menjilat. ia tak akan menampakkan diri dan keindahannya kecuali pada seorang pemberani. seorang yang datang kepada pemilik mawar duri itu.

atas izin pemiliknyalah, mawar itu dapat ia bawa pulang.

entah, aku tidak menyukai wanita yang suka berjalan, shoping, berhosip, atau menghabiskan waktunya untuk senang-senang. karena aku dan sebagian besar pria lain menuntut bahwa wanita yang akan menjadi oendamping kami kelak haruslah wanita yang taat pada kami, sebagai suaminya. ia sering bergaul dengan anak-anak, sedekah tiada kira, atau sibukdengan perbaikan dirinya.

aku merasa tak enak hati jua saat memposisikan diri sebagai pria lain.ah, maksudku pria yang sedang dalam ikatan pacaran. yah, kau tahu lah, aku memutuskan menjadi pria yang ksatria. hanya ingin menikahi dan berpacaran pada satu wanita saja. pertama dan terakhir.pacarku aalah istriku.

panas dan cemburu rasanya melihat ia berjalan dengan pria lain. lebih banyak ,enghabiskan waktu dengan yang lain, ketimbang aku yang notabene pacarnya. keluh kesah, empel, dan beberapa kata putus ia l8ntarkan kepadaku. aaah, tidak-tidak, nampaknya cukup bagiku membayangkan adegan percintaan ini
sudah.

aku melihat kesederhanaan itu pada dirinya. tak terlihat, tak terjamah. dan jarang sekali dinikmati orang banyak. entah, ia syar'i. rela meninggalkan mode pakaian demi menjaga keindahan rubuhnya.

sungguh, sunggu aku menginginkannya menjadi istriku. istriku untuk dunia, maupun akhorat.

Yogyakarta, 4 Januari 2013
7:49
dalam pikiran menjadi seoarang pria

http://risaumari.blogspot.com

Jumat, 28 Desember 2012

Hujan Itu...

Diposting oleh Risa Umari Y.A. di 5:55:00 PM 0 komentar
Sore ini kotaku, Jogjakarta kembali hujan.
Mungkin Tuhan sedang menguji jutaan niat.
Sejuta rencana akan dilaksanakan sore ini.
Atau malam ini.

Ya memang manusia punya rencana.
Tapi Tuhan yang menentukan, kan?

Barangkali Dia sedang mengujimu.
Kesungguhanmu menepati janji.
Atau kesungguhanku meminjam catatan.

UAS tinggal menunggu hari nampaknya.
Ya, pastinya melengkapi catatan.
Mungkin ilmu dari apa yang kucatat dan kudengar tak cukup.
Aku harus berkelana,
bahkan mungkin ke para kakak kelas.

Hujan mengujimu.
Apakah kau sungguh pergi bersamanya?
Menepati janjimu bertandang ke rumahnya?
Kau bilang akan temui Ayahnya.

abukan, ini memang bukan malqm Minggu.
Bukan waktunya untuk bercumbu.
Setiap hari adalah Hari PERJUANGAN.
HARI P E N G O R B A N A N

Rabu, 26 Desember 2012

Mungkin Cukup

Diposting oleh Risa Umari Y.A. di 12:01:00 PM 0 komentar
jika kau sedang terbang akan mimpi indahmu
jangan kau coba untuk jatuh
pertahankanlah posisi itu
etaplah terbang indah di sana

janganpernah lelah untuk terbang
membawa jutaan mimpi yang hrus kau sampaikan
membawa bahagia yang harus kau tunjukkan
tunjukkan pada duniamu

mungkin kali ini aku akan mencoba turun
perlahan lahan namun tak yakin akan tuun
hanya sebuah perasaan yang teringinkan

aku ingat apa katamu dulu
cobalah! jika kau mencoba untuk menyerah maka berhentilah!
berhantilah berpikir bahwa kau akan berhenti!

bahwa kau akan menerah.
tanpa kaubtahu atau tidak kau selalu ada
dalam deret mimpi yang sudah kusampaikan
mugkin belum terwujud
atau jangan-jangan tidak sama sekali

mugki cukup
cukup menuliskan namamu saja
pada deretnmimpi yang akan kurengkuh
mungkin cukup
mungkin cukup namamu saja
di tiap sujud akhor
atau sepertiga malam

mungkin cukup namamu saja
harapanku kelak yang mungkin akan menyublim perlahan

Jogjakarta, 26 Desember 2012
12.00 di dalam R. 302
dalam harapan dan mimpiku yang tak tahu diri
http://risaumari.blogspot.com

Selasa, 11 Desember 2012

Surat RIndu - 1

Diposting oleh Risa Umari Y.A. di 9:12:00 PM 0 komentar
Mama, kau tahu? Hidup jauh darimu itu sangat tidak mengenakkan. Walaupun aku makan berlaukkan daging, itu terasa pahit. Sesegar apapun minuman yang aku teguk, tak cukup menghilangkan dahaga ini.

Mama, saat ini aku tumbuh ,mulai dewasa. Mungkin saatnya aku harus membuat keputusan sendiri. Belajar bertahan hidup di tengah masyarakat seorang diri. Walau sebenarnya kau tetap membimbingku dari jauh.
Mama, kau ingatkan nasihat yang pernah kau katakana padaku dulu? Untuk belajar memasak, mencuci, dan membersihkan kamarku sendiri. Dulu aku piker aku tak membutuhkannya. Ternyata, sekarang aku benar-benar butuh. Aku sangat memerlukannya.

Untungnya dengan sabar kau membimbingku melakukan ini semua. Hingga saat ini, Alhamdulillah aku mampu melakukannya. Walau tak sehebat engka, Mama.

Sabtu, 08 Desember 2012

Mungkin Hanya Ini

Diposting oleh Risa Umari Y.A. di 6:04:00 PM 0 komentar
"Kita menulis bersama di kertas yang sama. 
Bersama pula mewarnainya. 
Tapi, haruskah aku sendiri yang menghapusnya?"

"Aku menadahi hujan ini sendirian. 
Dua sumber berbeda namun sama. 
Dari Tuhan dan dari pelupuk ini.
Keduanya sama-sama dingin dan nyenyat. "

"Di luar hujan. Di jendela kamar kulihat kehilangan yang mengembun."



Jogjakarta, 8 Desember 2012
17.35
dalam perasaan yang sama seperti hujan. Dingin, pucat, dan beku
-Hafsa Karosita

Minggu, 25 November 2012

Sejiwa yang Pudar

Diposting oleh Risa Umari Y.A. di 9:25:00 AM 0 komentar
Mungkin saja hujan memudarkan sejiwa itu. Atau kau yang menyublim perlahan. Ah, nampaknya aku tak tahu menahu apa yang tengah terjadi pada dirimu. Aku masih saja duduk manis sambil menikmati setengah cangkir cappucino.

Biasanya setelah pulang dari kelas menulis, aku selalu menceritakan banyak hal padamu. Tentang begitu bahagianya aku saat bertemu dengan seseorang yang mampu membuatku meleleh dengan kata indah nan puitis yang ia tuliskan. Atau betapa bahagianya aku saat berjumpa dengan banyak orang yang memiliki keinginan dan mungkin kemampuan yang lebih dahsyat dariku.

Aku rindu bercerita itu padamu. Di tengah kelas, aku berpikir. Lalu, dengan siapakah aku akan berbagi kali ini? Entahlah. Seperti ada sepotong duri di antara kita. Aku ingin berkata, berucap, bercerita padamu. Tapi... Ah, sudahlah.

Walaupun dalam keadaan bahagia seperti ini, ini bukan bahagia namanya jika aku tak bisa berbagi denganmu. Ah, aku merasakan sakit dan bahagia itu seorang diri, tanpa ada kamu. Tanpa kamu yang selalu saja setia mendengar ceritaku seperti erangan laron.

Entah, mungkin hujan senja itu membantuku menurunkan bulir. Saat aku memulai kewajibanku pada-Nya, air itu jatuh. Ah, sedahsyat inikah hujan senja ini?

Selasa, 20 November 2012

Kamu? Ah, entahlah...

Diposting oleh Risa Umari Y.A. di 10:32:00 PM 0 komentar
Selamat malam kau
kau yang di sana
entah sedang apa
yang mungkin tak sedang memikirkanku
namun entah beruntung atau tidak dirimu
aku memikirkanmu
mendoakanmu di tengah malam ini
selalu saja begitu
ah, entahlah...

tahukah kau, 
sesak rasanya
di tiap tarikan nafas
rasanya pulmo ini menanggung beban
teramat banyak sekali
ingin menyeruak keluar
bermain dengan ikatan udara
namun, entahlah...

Kamis, 15 November 2012

101112

Diposting oleh Risa Umari Y.A. di 12:54:00 PM 2 komentar
pernah suatu saat kita berjanji untuk bertemu
mungkin bukan janji yang terlalu penting bagimu
yah, entahlah aku selalu yakin bahwa saat-saat 
yang berkaitan denganmu itu sangat penting
sangat wajib untuk kuingat dan mungkin kutulis di sini

mungkin apapun yang berkaitan denganmu
ya dengan namamu selalu kutulis di sini
agar aku bisa mengingatnya nanti
atau mungkin agar banyak yang mendoakannya ini untuk kita
maaf, maksudnya kebaikan untukku, untukmu, dan semoga saja kita

siang itu aku masih saja terjebak di tengah pekatnya asap Jogja
di antara rentetan mobil, motor, dan deru asap kendaraan
aku berjuang.
ummm tidak juga sih
ah, bahasaku terlalu berlebihan
untuk bertemu kamu di suatu tempat
tempat yang menuturutmu, dan juga aku sangat menarik

sebuah toko buku dengan cafe di lantai dua
aku selalu merasa aman, nyaman, 
dan selalu saja kepalau dipenuhi tentang angan tentangmu
ah, maafkan aku

sudah, sekarang kita duduk bersisian di sini
berhadapan
merengkuh segelas susu vanilla
manis, ah sangat manis
entah gula yang terlalu banyak tertakar, atau karena aku melihatmu?
ah, lagi-lagi aku terlalu jujur

Kamis, 08 November 2012

Em, bagaimana ya?

Diposting oleh Risa Umari Y.A. di 4:25:00 PM 0 komentar
Halo,  dirimu.

Dirimu yang entah di mana. 
Dirimu yang entah siapa.
Dirimu yang entah entah entahlah.

Taukah kau?
Aku menantimu sejak kemarin.
Menunggu di sini sejak lama. 
Untuk kemarin, hari ini, dan esok.
Esok yang entah kapan.
Tapi kutuliskan lima tahun lagi. 
Yap, setelah aku menyelesaikan studiku dan profesi.

Hujan di Bulan November

Diposting oleh Risa Umari Y.A. di 3:38:00 PM 0 komentar
Duhai Sang Maha Cinta. Duhai Pemilik Rindu. Duhai Pemilik Hati, Jiwa, dan Perasaan. Duhai Sang Maha Segalanya. Yang Maha Membolak-balikkan Hati

Di sini di awal November yang ujung. Lalu, di awal November lalu. Sama. Hujan November. Menyibakkan kegersangan hati. Menutup retakan jiwa. Menitikkan kehidupan padapribadi yang mulai mati. Kering. Dan mulai kehilangan harap.

Lalu, bagaimanakah dengan aku? Cukupkah kuat aku di atas tanah lembab dan terkulai lemah ini? hah? Sanggup? Cukupkah aku dengan curah hujan yang tidak bisa tertakar ini?

Setelah hujan datang biasanya ada pelangi. Bagaimana jika yang terjadi adalkah sebalikannya? Bukan, bukan tak ada hujan ataupun pelangi. Maksudku bagaimana jika pelangi tampil sebelum hujan? Ya begitu maksudku. Aku telah tersibak terlebih dahulu oleh fatamorgana. 

Entah semu, maya, nyata, ataukah ilusi? Entahlah apa itu. Yang jelas aku menikmati lingkar hidup yang Ia goreskan.  Dia yang maha segalanya. Yang maha mengetahui. Memiliki apa yang kini bersamaku. Apa yang kini telah dititipkan padaku. Benar, suatu saat pasti akan lepas. Aku harus rela melepaskan apa yanglagi aku pinjam. Sedang kunikmati. Atau apa sajalah.

Sabtu, 27 Oktober 2012

Rindu itu...

Diposting oleh Risa Umari Y.A. di 3:06:00 PM 2 komentar
rindu itu saat kau inginkan dia ada di sisimu
berharap dia memberikan bahunya untuk tempatmu menangis
atau meminjamkan dadanya yang lapang dan kekar untuk bersembunyi
menutupi duka sekaligus mencurahkan duka

pagi ini, aku sendirian pergi ke lapangan
memang ramai, memang dengan beberapa lainnya
namun sama saja. hampa.
aku merasa sepi dan terasing
tak ada wanita tegar yang berjalan beriringan denganku

sejak sujud pertama aku merasa mataku begitu berat
ngantuk mungkin

tubuhku dingin dan gigil
mungkin semalam Jogja sedang hujan

mukena putihku basah
mungkin embun Jogja yang terlalu ganas membelai tubuhku

Rabu, 10 Oktober 2012

Tetes Bulir yang Kembali Jatuh

Diposting oleh Risa Umari Y.A. di 6:16:00 PM 0 komentar
Telah lama aku merindukan hujan
sama seperti aku merindukanmu
sejak awal musim kemarau panjang
hingga kini hujan datang
aku masih merindukanmu
masih menantimu di tempat yang sama
dengan harapan yang semakin meruak
dengan rasa yang semakin membara

aku merindukan hujan
tak ayal keluar dari mataku sendiri
mata hitam berkantung penuh tanda tanya
semakin kuat bergelayut dalam lembar hepar
di tiap cuplikan ganglion
di tiap bagian neurotransmitter

entahlah
mungkin kalut
mungkin saja neuron terlalu lelah dan aus
otot mata telah tak seelastis dulu lagi
degub jantung lemas
tak nyaring seperti dulu

apakah ini?
apakah ini?
apakah ini?

aku hanya ingin menangis
diam-diam
dalam hati saja
biar aku saja yang tahu
sebab, jika tercurah air mata
akan ada orang yang mungkin mengulurkan tissue padaku
dan mungkin itu bukan kamu

aku ingin nangis sendiri saja
diam, sakit, dan tersiksa
hanya untukmu
air mata untukmu
walaupun kau tak akan mau tahu
dan tak akan pernah tau

bahwa
hujan ini hanya untukmu

kembalilah
bawakan aku pelangi
setelah merasakan sakitnya hujan dalam hati

Yogyakarta, 10 Oktober 2012
dalam pengharapan terbesarku
Wallahualam bisawab

http://risaumari.blogspot.com

Jumat, 28 September 2012

Surat Untukmu, Lelakiku

Diposting oleh Risa Umari Y.A. di 5:55:00 PM 0 komentar
Selamat malam kamu, (calon) lelakiku kelak
maaf aku menuliskan surat ini tanpa sepengetahuanmu
aku sengaja menuliskan ini untukmu
untukmu lelakiku.

ingin rasanya surat ini kuselipakn di tumpukan buku favoritmu
menaruhnya di depan pintu kamarmu bersama selembar poster kesukaanmu
atau aku ingin membacakannya di depanmu, Ibumu, dan keluargamu

kita memang tidak tahu kan dengan siapa kita akan berlabuh terakhir?
ini juga sebuah perjalanan panjang
menemukan dermaga yang tepat bagi hati yang tak pernah merasa lelah mencicipi cinta

sampaikan surat ini pada Ibumu ya.
walau aku tak pernah menemui atau bersitatap langsung dengan Beliau,
aku tahu Ibumu adalah wanita yang hebat
aku mengenalmu sebagai seorang pribadi hebat
bagaimana dengan Ibumu, wanita di belakangmu?

aku ingin suatu saat nanti kau berkata padaku :
duhai kamu, wanita satu-satunya yang kucintai
aku lelakimu dengan bangga dan pasti memperkenalkanmu pada Ibuku
wanita pertama yang kusayangi sebelum kamu

Kamis, 27 September 2012

Patah . . .

Diposting oleh Risa Umari Y.A. di 1:00:00 AM 0 komentar
klik klik klik
dung dung dung
klik klik klik klik klik klik enter
dung dung

irama tangan jemari menekan lembut tuts hitam
entah apa yang ia lakukan
tersenyum saat mendengar dung
mengerutkan dahi saat klik itu terdengar
oh

entahlah
tak berani aku melihatnya
tak ia beri barang sedikit celah untuk mengintip
untuk melihat apa yang dia lakukan
mengintip barang hanya sehuruf

dung dung
saat itu air wajahnya kering
bibirnya menekuk manja
mengacak-acak rambutnya
mengambil benda berwarna hitam lain
mengetik dengan cepat sambil menarik nafas panjang
bersemangat kembali membalasnya
entahlah

ia kembali merahasiakannya dariku
lagi-lagi aku hanya bisa duduk sambil menerka apa yang ia lakukan

dung dung
membukanya
klik klik klik klik
kali ini sangat panjang
sangat amat teramat panjang
enter ditekan
titik dua buka kurung terkembang
banyak sekali
huruf E terketik pertama
kursos lama sekali berkedip tanpa tau apa yang harus dilakukan
N muncul dua menit kemudian
V tiba-tiba terkembang setelah e dan n
lkalu dengan cepat tuts Y dan tombol enter terketik kuat

ia kembali meringis. mencakar tembo\k
marah sendiri
diam dan menangis
menekan Alt dan F4
dan benda hitam itupun mati

tak nada cahaya atau bunyi klik dan dung
benda hitam lainnya berkedip
berbunyi berkali-kali
lagi-lagi ia mematikannya

meraih bantal dan tidur

Yk, 27 Sept 2012 at 01.00

http://risaumari.blogspot.com

Pengantar Mimpi

Diposting oleh Risa Umari Y.A. di 12:42:00 AM 0 komentar
Assalamu'alaikum.
selamat malam.
Laylatuka saidun.
m3t m4lL4mbBh

halo. sedikit ragu sebenarnya aku menulis surat ini. ingin kutulis apa aja lah di kertas lusuh ini. hingga tetes penaku terakhir, dan mungkin tetes darahku terakhir. namun aku tak menginginkannya. aku ingin masih tetap hidup. berjuang dengan semua yang berkecamuh di hati dan pikiran. kakiku yang pegel, hati was-was, dan terkadang aku lupa apa itu mandi.

rindu itu sakit ya? ah. bukan. bukan hanya jarak yang membuat rindu itu terdengar syahdu. bukan pula jarak antar kelas, kampus, atau apalah yang membuat rindu itu mencuat tinggi? entahlah.

kisruh dan camuh di milyaran neuron otak membuatku berpikir lebih cepat. seharusnya. namun nampaknya pusat otakku menolak dengan keras terhadap sebuah materi bahan yang tak bisa dengan cepat ia cerna. ia tafsirkan dalam bentuk visual. hanya imajiner.

tak semuanya harus dituangkan dalam visual dan realistis kan? karena sejujurnya realistis itu tak seperti apa yang kamu imajinasikan. berbeda dimensi, ruang, dan mungkin keadaan.

sesungguhnya aku grogi menulis surat ini. entahlah. mungkin kau juga tak akan membacanya kan, ya? aku harap tidak. apalagi kamu menikmati surat lusuh ini dengan seseorang yang umm menurutmu terbaik untukmu. tentunya bukan aku ya?

entahlah, tak apa jua. memang setiap kata atau tulisan yang kita ukir. seperti yang kutulis di beratus-ratus kertas dalam beberapa belas buku binder itu adalah apa yang aku inginkan, mimpikan. namun apakah menjamin bahwa semuanya akan terkabul?

siapkah aku jika Allah SWT. mengabulkan semua doaku? aku tak akan mengeti apa itu kerja keras, tanggung jawab, sabar, dan keringat serta air mata. Ia tak mungkin membuatku menjadi pribadi lemah dan cengeng.

entahlah, kembali kukatakan bahwa dalam beberapa tahun lalu ini aku telah bisa berjalan seok walkau ratusan paku menghujam tubuhku. tak kelihatan. di luar nampak sama, bagus, dan menyensngkan. itulah aku. entah sku selalu saja bisa tersenyum atau tertawa. ya walau getir.

ratusan kali jarum jam berputar atau pun sekali saja ia berputar penuh tiga ratus enam puluh derajat, aku kembali mengingatmu. jika aku hanya bisa menemuimu dalam mimpi, tolong jangan bangunkan aku dari mimpiku. aku ingin tetap di sana.

melihat setangkai mawar merah yang merekah indah. berayun elok ditiup semilir angin senja. segar, hija, dan basah akibat tetes embun di pagi buta. meniupkan sedesah doa dalamnya. aku hanya ingin duduk, melihat mawar itu. tak berani mendekat. sebab kupu-kupu itu telah berhasil merayumu.

membuatmu semakin elok dengan hadirnya. aku takut untuk mengambilmu, membawamu pergi. durimu mampu melukai. menyakiti.

ah, entahlah perumpamaan ini sangat salah dan menurutku jelek. ini tak ada sedikit pun menggambarkan tentang apa yang sesungguhnya ingin kuberitahukan padamu.

teruslah ajak aku untuk bermimpi. menggantungnya jauh ke angkasa. awan akan menopangku saat aku jatuh. bumi tak tega membiarkan tubuhku yang lelah akan mimpi rebah di atasnya.

terima kasih :) maaf aku grogi menuliskannya ini untukmu.
tertanda, aku yang diam-diam mencintaimu

Yk, 27 September 2012
at : 41

http://risaumari.blogspot.com

 

Secangkir Capuccinno Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea