Tampilkan postingan dengan label Pengalaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengalaman. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 Maret 2013

Direktori File

by : Risa Umari Y.A. at 9:16:00 AM 0 komentar
 mungkin menghapus sebuah file itu mudah
pilih direktori yang akan kamu hapuskan
lalu delete

tak akan melihat data yang dulu ada di dalamnya, kan?
tak akan menelisik sebagian kecil di dalamnya lagi, kan?
tak akan terpikirkan tentang isi itu kan?

jika kau tak sengaja "kehilangan" direktori itu
apa yang kau lakukan?
menangis?
kehilangan?
buncah?

sedang balikkan pada realisasi nyata
ini dunia nyata
di mana jiwa raga dapat terjaga
rasa dan asa dapat saling berbicara
ini bukan ilmu komputa
yang bisa kau isi buang suka-suka

Rabu, 23 Januari 2013

No Relationship No Cry No Galau

by : Risa Umari Y.A. at 7:19:00 AM 3 komentar
Tinggal di Indonesia kan? Coba yok sama-sama kita cek. Banyakanmana sih lagu yang bahagia atau lagu sedih/galau? Entah nampaknya semakin hari kegalauan semakin akut. Istilah galau tak sekedar digunakan dalam konflik batin perasaan. Namun merembet ke sebagian besar Bahasa Indonesia.

Misal di suatu kantin sekolah, "Simi, kamu mau makan apa? Biar aku pesenin deh." Terus Simi jawab, "Simi galau mau makan apa. Makan hati aja gimana?"

Bukankah sudah jelas berbagai menu ditempel di kantin sekolah? Adakah niatan Ibu Kantin untuk mem-PHP perasaan lapar anak-anak sekolahan?

Sebenarnya saya punya suatu gagasan. Memulai kuliah tahun depan atau dua tahun lagi. Tidak juga mengambil jurusan Farmasi. Mengapa?

Karena tingkat kegalauan semakin akut. Terjadi di semua usia dan kalangan pekerjaan serta strata. Mungkin alangkah "kanan"nya saya jika saya mengajak beberapa rekan membangun universitas. UGM atau UPG. Bukan UGM universitas TOP di Indonesia yang sudah menolak saya dua kali. Tapi Universitas Gagal Move-on atau UPG. Universitas Para Galauers.

Ide cemerlang. Membuat universitas harapan dan impian remaja ababil. Mungkin IP mahasiswa di sini bisa 5,0. Nggak hanya 4,1 kaya Cinta Laura.

Judul Skripsi banyak macamnya. Dan mudah untuk melakukan penelitian serta KKN :
1. Pengaruh tweet bijak terhadap tingkat kegalauan seseorang.
2. Efek stalking terhadap tingkat polusi tisu bekas
3. Cara mudah move on
4. Cara LDR tetap langgeng

Sabtu, 12 Januari 2013

Perhiasan Terbaik

by : Risa Umari Y.A. at 11:05:00 PM 0 komentar
Memahami sifat yang dimiliki seorang perempuan tida hanya memahami perempian apa adanya. Melainkan memahaminya dengan sepenuh rasa dan logika. Karena, sifat dan rasa yang ada di diri perempuan itu tak bisa jika hanya dijabarkan sepihak saja.

Dengan membaca perempuan secara holistik, maka sifat-sifat itu akan hadir sebagai potensi besar dalam meraih kesuksesan.

Karena itu, janganlah memahami sifat perempuan satu arah saja. Artinya, jangan hanya perempuan saja yang memahami sifat itu. Pasangannya juga harus memahaminya , sehingga akan terbentuk sinergi yang luar biasa.

Laki-laki yang dapat memanfaatkan potensi besar yang ada di dalam dirinya tentu saja akan mendapatkan berkah yang luar biasa.

Karena, potensi perempuan itu akan menjadikan sang suami semakin tehar dan tegak dalam menggapai kesuksesan di masa depan.

"Di balik pria yang hebat, ada seorang wanita kuat!"

Dengan memahami sifat dan potensi yang dimiliki oleh perempuan, maka perhiasan yang paling baik dan paling sempirna akanhadir.

Selasa, 11 Desember 2012

Surat RIndu - 1

by : Risa Umari Y.A. at 9:12:00 PM 0 komentar
Mama, kau tahu? Hidup jauh darimu itu sangat tidak mengenakkan. Walaupun aku makan berlaukkan daging, itu terasa pahit. Sesegar apapun minuman yang aku teguk, tak cukup menghilangkan dahaga ini.

Mama, saat ini aku tumbuh ,mulai dewasa. Mungkin saatnya aku harus membuat keputusan sendiri. Belajar bertahan hidup di tengah masyarakat seorang diri. Walau sebenarnya kau tetap membimbingku dari jauh.
Mama, kau ingatkan nasihat yang pernah kau katakana padaku dulu? Untuk belajar memasak, mencuci, dan membersihkan kamarku sendiri. Dulu aku piker aku tak membutuhkannya. Ternyata, sekarang aku benar-benar butuh. Aku sangat memerlukannya.

Untungnya dengan sabar kau membimbingku melakukan ini semua. Hingga saat ini, Alhamdulillah aku mampu melakukannya. Walau tak sehebat engka, Mama.

Sabtu, 08 Desember 2012

Mungkin Hanya Ini

by : Risa Umari Y.A. at 6:04:00 PM 0 komentar
"Kita menulis bersama di kertas yang sama. 
Bersama pula mewarnainya. 
Tapi, haruskah aku sendiri yang menghapusnya?"

"Aku menadahi hujan ini sendirian. 
Dua sumber berbeda namun sama. 
Dari Tuhan dan dari pelupuk ini.
Keduanya sama-sama dingin dan nyenyat. "

"Di luar hujan. Di jendela kamar kulihat kehilangan yang mengembun."



Jogjakarta, 8 Desember 2012
17.35
dalam perasaan yang sama seperti hujan. Dingin, pucat, dan beku
-Hafsa Karosita

Minggu, 25 November 2012

Sejiwa yang Pudar

by : Risa Umari Y.A. at 9:25:00 AM 0 komentar
Mungkin saja hujan memudarkan sejiwa itu. Atau kau yang menyublim perlahan. Ah, nampaknya aku tak tahu menahu apa yang tengah terjadi pada dirimu. Aku masih saja duduk manis sambil menikmati setengah cangkir cappucino.

Biasanya setelah pulang dari kelas menulis, aku selalu menceritakan banyak hal padamu. Tentang begitu bahagianya aku saat bertemu dengan seseorang yang mampu membuatku meleleh dengan kata indah nan puitis yang ia tuliskan. Atau betapa bahagianya aku saat berjumpa dengan banyak orang yang memiliki keinginan dan mungkin kemampuan yang lebih dahsyat dariku.

Aku rindu bercerita itu padamu. Di tengah kelas, aku berpikir. Lalu, dengan siapakah aku akan berbagi kali ini? Entahlah. Seperti ada sepotong duri di antara kita. Aku ingin berkata, berucap, bercerita padamu. Tapi... Ah, sudahlah.

Walaupun dalam keadaan bahagia seperti ini, ini bukan bahagia namanya jika aku tak bisa berbagi denganmu. Ah, aku merasakan sakit dan bahagia itu seorang diri, tanpa ada kamu. Tanpa kamu yang selalu saja setia mendengar ceritaku seperti erangan laron.

Entah, mungkin hujan senja itu membantuku menurunkan bulir. Saat aku memulai kewajibanku pada-Nya, air itu jatuh. Ah, sedahsyat inikah hujan senja ini?

Selasa, 20 November 2012

Kamu? Ah, entahlah...

by : Risa Umari Y.A. at 10:32:00 PM 0 komentar
Selamat malam kau
kau yang di sana
entah sedang apa
yang mungkin tak sedang memikirkanku
namun entah beruntung atau tidak dirimu
aku memikirkanmu
mendoakanmu di tengah malam ini
selalu saja begitu
ah, entahlah...

tahukah kau, 
sesak rasanya
di tiap tarikan nafas
rasanya pulmo ini menanggung beban
teramat banyak sekali
ingin menyeruak keluar
bermain dengan ikatan udara
namun, entahlah...

Kamis, 15 November 2012

101112

by : Risa Umari Y.A. at 12:54:00 PM 2 komentar
pernah suatu saat kita berjanji untuk bertemu
mungkin bukan janji yang terlalu penting bagimu
yah, entahlah aku selalu yakin bahwa saat-saat 
yang berkaitan denganmu itu sangat penting
sangat wajib untuk kuingat dan mungkin kutulis di sini

mungkin apapun yang berkaitan denganmu
ya dengan namamu selalu kutulis di sini
agar aku bisa mengingatnya nanti
atau mungkin agar banyak yang mendoakannya ini untuk kita
maaf, maksudnya kebaikan untukku, untukmu, dan semoga saja kita

siang itu aku masih saja terjebak di tengah pekatnya asap Jogja
di antara rentetan mobil, motor, dan deru asap kendaraan
aku berjuang.
ummm tidak juga sih
ah, bahasaku terlalu berlebihan
untuk bertemu kamu di suatu tempat
tempat yang menuturutmu, dan juga aku sangat menarik

sebuah toko buku dengan cafe di lantai dua
aku selalu merasa aman, nyaman, 
dan selalu saja kepalau dipenuhi tentang angan tentangmu
ah, maafkan aku

sudah, sekarang kita duduk bersisian di sini
berhadapan
merengkuh segelas susu vanilla
manis, ah sangat manis
entah gula yang terlalu banyak tertakar, atau karena aku melihatmu?
ah, lagi-lagi aku terlalu jujur

Kamis, 08 November 2012

Em, bagaimana ya?

by : Risa Umari Y.A. at 4:25:00 PM 0 komentar
Halo,  dirimu.

Dirimu yang entah di mana. 
Dirimu yang entah siapa.
Dirimu yang entah entah entahlah.

Taukah kau?
Aku menantimu sejak kemarin.
Menunggu di sini sejak lama. 
Untuk kemarin, hari ini, dan esok.
Esok yang entah kapan.
Tapi kutuliskan lima tahun lagi. 
Yap, setelah aku menyelesaikan studiku dan profesi.

Sabtu, 27 Oktober 2012

Rindu itu...

by : Risa Umari Y.A. at 3:06:00 PM 2 komentar
rindu itu saat kau inginkan dia ada di sisimu
berharap dia memberikan bahunya untuk tempatmu menangis
atau meminjamkan dadanya yang lapang dan kekar untuk bersembunyi
menutupi duka sekaligus mencurahkan duka

pagi ini, aku sendirian pergi ke lapangan
memang ramai, memang dengan beberapa lainnya
namun sama saja. hampa.
aku merasa sepi dan terasing
tak ada wanita tegar yang berjalan beriringan denganku

sejak sujud pertama aku merasa mataku begitu berat
ngantuk mungkin

tubuhku dingin dan gigil
mungkin semalam Jogja sedang hujan

mukena putihku basah
mungkin embun Jogja yang terlalu ganas membelai tubuhku

Rabu, 10 Oktober 2012

Tetes Bulir yang Kembali Jatuh

by : Risa Umari Y.A. at 6:16:00 PM 0 komentar
Telah lama aku merindukan hujan
sama seperti aku merindukanmu
sejak awal musim kemarau panjang
hingga kini hujan datang
aku masih merindukanmu
masih menantimu di tempat yang sama
dengan harapan yang semakin meruak
dengan rasa yang semakin membara

aku merindukan hujan
tak ayal keluar dari mataku sendiri
mata hitam berkantung penuh tanda tanya
semakin kuat bergelayut dalam lembar hepar
di tiap cuplikan ganglion
di tiap bagian neurotransmitter

entahlah
mungkin kalut
mungkin saja neuron terlalu lelah dan aus
otot mata telah tak seelastis dulu lagi
degub jantung lemas
tak nyaring seperti dulu

apakah ini?
apakah ini?
apakah ini?

aku hanya ingin menangis
diam-diam
dalam hati saja
biar aku saja yang tahu
sebab, jika tercurah air mata
akan ada orang yang mungkin mengulurkan tissue padaku
dan mungkin itu bukan kamu

aku ingin nangis sendiri saja
diam, sakit, dan tersiksa
hanya untukmu
air mata untukmu
walaupun kau tak akan mau tahu
dan tak akan pernah tau

bahwa
hujan ini hanya untukmu

kembalilah
bawakan aku pelangi
setelah merasakan sakitnya hujan dalam hati

Yogyakarta, 10 Oktober 2012
dalam pengharapan terbesarku
Wallahualam bisawab

http://risaumari.blogspot.com

Jumat, 28 September 2012

Surat Untukmu, Lelakiku

by : Risa Umari Y.A. at 5:55:00 PM 0 komentar
Selamat malam kamu, (calon) lelakiku kelak
maaf aku menuliskan surat ini tanpa sepengetahuanmu
aku sengaja menuliskan ini untukmu
untukmu lelakiku.

ingin rasanya surat ini kuselipakn di tumpukan buku favoritmu
menaruhnya di depan pintu kamarmu bersama selembar poster kesukaanmu
atau aku ingin membacakannya di depanmu, Ibumu, dan keluargamu

kita memang tidak tahu kan dengan siapa kita akan berlabuh terakhir?
ini juga sebuah perjalanan panjang
menemukan dermaga yang tepat bagi hati yang tak pernah merasa lelah mencicipi cinta

sampaikan surat ini pada Ibumu ya.
walau aku tak pernah menemui atau bersitatap langsung dengan Beliau,
aku tahu Ibumu adalah wanita yang hebat
aku mengenalmu sebagai seorang pribadi hebat
bagaimana dengan Ibumu, wanita di belakangmu?

aku ingin suatu saat nanti kau berkata padaku :
duhai kamu, wanita satu-satunya yang kucintai
aku lelakimu dengan bangga dan pasti memperkenalkanmu pada Ibuku
wanita pertama yang kusayangi sebelum kamu

Kamis, 27 September 2012

Patah . . .

by : Risa Umari Y.A. at 1:00:00 AM 0 komentar
klik klik klik
dung dung dung
klik klik klik klik klik klik enter
dung dung

irama tangan jemari menekan lembut tuts hitam
entah apa yang ia lakukan
tersenyum saat mendengar dung
mengerutkan dahi saat klik itu terdengar
oh

entahlah
tak berani aku melihatnya
tak ia beri barang sedikit celah untuk mengintip
untuk melihat apa yang dia lakukan
mengintip barang hanya sehuruf

dung dung
saat itu air wajahnya kering
bibirnya menekuk manja
mengacak-acak rambutnya
mengambil benda berwarna hitam lain
mengetik dengan cepat sambil menarik nafas panjang
bersemangat kembali membalasnya
entahlah

ia kembali merahasiakannya dariku
lagi-lagi aku hanya bisa duduk sambil menerka apa yang ia lakukan

dung dung
membukanya
klik klik klik klik
kali ini sangat panjang
sangat amat teramat panjang
enter ditekan
titik dua buka kurung terkembang
banyak sekali
huruf E terketik pertama
kursos lama sekali berkedip tanpa tau apa yang harus dilakukan
N muncul dua menit kemudian
V tiba-tiba terkembang setelah e dan n
lkalu dengan cepat tuts Y dan tombol enter terketik kuat

ia kembali meringis. mencakar tembo\k
marah sendiri
diam dan menangis
menekan Alt dan F4
dan benda hitam itupun mati

tak nada cahaya atau bunyi klik dan dung
benda hitam lainnya berkedip
berbunyi berkali-kali
lagi-lagi ia mematikannya

meraih bantal dan tidur

Yk, 27 Sept 2012 at 01.00

http://risaumari.blogspot.com

Pengantar Mimpi

by : Risa Umari Y.A. at 12:42:00 AM 0 komentar
Assalamu'alaikum.
selamat malam.
Laylatuka saidun.
m3t m4lL4mbBh

halo. sedikit ragu sebenarnya aku menulis surat ini. ingin kutulis apa aja lah di kertas lusuh ini. hingga tetes penaku terakhir, dan mungkin tetes darahku terakhir. namun aku tak menginginkannya. aku ingin masih tetap hidup. berjuang dengan semua yang berkecamuh di hati dan pikiran. kakiku yang pegel, hati was-was, dan terkadang aku lupa apa itu mandi.

rindu itu sakit ya? ah. bukan. bukan hanya jarak yang membuat rindu itu terdengar syahdu. bukan pula jarak antar kelas, kampus, atau apalah yang membuat rindu itu mencuat tinggi? entahlah.

kisruh dan camuh di milyaran neuron otak membuatku berpikir lebih cepat. seharusnya. namun nampaknya pusat otakku menolak dengan keras terhadap sebuah materi bahan yang tak bisa dengan cepat ia cerna. ia tafsirkan dalam bentuk visual. hanya imajiner.

tak semuanya harus dituangkan dalam visual dan realistis kan? karena sejujurnya realistis itu tak seperti apa yang kamu imajinasikan. berbeda dimensi, ruang, dan mungkin keadaan.

sesungguhnya aku grogi menulis surat ini. entahlah. mungkin kau juga tak akan membacanya kan, ya? aku harap tidak. apalagi kamu menikmati surat lusuh ini dengan seseorang yang umm menurutmu terbaik untukmu. tentunya bukan aku ya?

entahlah, tak apa jua. memang setiap kata atau tulisan yang kita ukir. seperti yang kutulis di beratus-ratus kertas dalam beberapa belas buku binder itu adalah apa yang aku inginkan, mimpikan. namun apakah menjamin bahwa semuanya akan terkabul?

siapkah aku jika Allah SWT. mengabulkan semua doaku? aku tak akan mengeti apa itu kerja keras, tanggung jawab, sabar, dan keringat serta air mata. Ia tak mungkin membuatku menjadi pribadi lemah dan cengeng.

entahlah, kembali kukatakan bahwa dalam beberapa tahun lalu ini aku telah bisa berjalan seok walkau ratusan paku menghujam tubuhku. tak kelihatan. di luar nampak sama, bagus, dan menyensngkan. itulah aku. entah sku selalu saja bisa tersenyum atau tertawa. ya walau getir.

ratusan kali jarum jam berputar atau pun sekali saja ia berputar penuh tiga ratus enam puluh derajat, aku kembali mengingatmu. jika aku hanya bisa menemuimu dalam mimpi, tolong jangan bangunkan aku dari mimpiku. aku ingin tetap di sana.

melihat setangkai mawar merah yang merekah indah. berayun elok ditiup semilir angin senja. segar, hija, dan basah akibat tetes embun di pagi buta. meniupkan sedesah doa dalamnya. aku hanya ingin duduk, melihat mawar itu. tak berani mendekat. sebab kupu-kupu itu telah berhasil merayumu.

membuatmu semakin elok dengan hadirnya. aku takut untuk mengambilmu, membawamu pergi. durimu mampu melukai. menyakiti.

ah, entahlah perumpamaan ini sangat salah dan menurutku jelek. ini tak ada sedikit pun menggambarkan tentang apa yang sesungguhnya ingin kuberitahukan padamu.

teruslah ajak aku untuk bermimpi. menggantungnya jauh ke angkasa. awan akan menopangku saat aku jatuh. bumi tak tega membiarkan tubuhku yang lelah akan mimpi rebah di atasnya.

terima kasih :) maaf aku grogi menuliskannya ini untukmu.
tertanda, aku yang diam-diam mencintaimu

Yk, 27 September 2012
at : 41

http://risaumari.blogspot.com

Senin, 13 Agustus 2012

from SOMETHING to NOTHING

by : Risa Umari Y.A. at 1:28:00 PM 1 komentar
from something to nothing. itulah kehidupan antara kita sekarang. aku yang awalnya menjadi "sesuatu" yang dapat kau banggakan, sesuatu yang dapat kau bagi dengan kasih sayang sekarang tinggal nothing. tak ada artinya lagi. tak ada apa-apanya lagi.

enam bulan yang lalu. saat kita memutuskan untuk berpisah. perpisahan yang menyenangkan aku pikir. karena dengan begitu kita bisa menjalani kehidupan masing-masing tanpa terkekang atau mengatur satu sama lain. dan juga hubungan seperti itu tak ayaknya menjadi seperti sebuah permainan. permainan kebahagiaan dunia yang menjanjikan api neraka.

sudahlah, ingat janji Tuhan kita. Ia akan memberikan kebahagiaan itu jika kita bisa menjaga diri sendiri dan orang lain. jika kita suka sama seseorang dan belum bisa untuk menikahninya, maka JAUHILAH! ya jauhilah karena itu buisa saja menjadi mudzarat bagi kita. bisa saja membuat celaka dan juga menimbulkan dosa yang amat parah dengan mulut api menganga yang siap menyambut kita.....................

Selasa, 07 Agustus 2012

Flash Back

by : Risa Umari Y.A. at 10:34:00 PM 0 komentar

Halo masa lalu? Hai kenangan. selamat malam ya. malam ini langit sempurna kelam dan kelabu. memang saat yang nyaman untuk sedikit membuka goresan lalau ya. tak semuanya menyakitkan kok. tenang saja. kamu juga nggak menjadi tokoh utama dalam acara pergalauan ini.

 

aduh, setelah sekian lama kita berpisah aku ingin sekali menyapamu. hanya menyapa. tak bermaksud jatuh bermain bersamamu lagi.

 

oh iya, aku sekarang lebih baik loh. karena aku telah menemukan masa depanku yang ternyata sangat jauh lebih indah daripada bersamamu, masa lalu.

 >>>

Kamis, 26 Juli 2012

Aku Kembali di Masa Itu

by : Risa Umari Y.A. at 10:30:00 PM 0 komentar
Aku sebenaarnya sudah lama untuk berhenti memikirkanmu. masuk dalam ingatan kado lalu tentang mimpi dan kemesraan kita. tak bbanyak hal yang dapat aku banggakan kala itu. tak ada yang menarik dalam hubungan itu.

entah mengapa perasaan itu muncul kembali. dalam rasa yang sama namun dalam wujud yang berbeda. ah...aku selalu saja ingin mengulang masa lalu tanpa mau tahu terhadap akibat sisi gelapnya.

selama masa peregangan kita, aku selalu menghadirkanmu dalam mimpiku. indah memang tapi setelah aku bangun dan tersadar. itu sangat menyiksa dan menyesakkan dada. aku bermimpi bertemu ibumu. ia menyambutku di depan rumahmu. memelukku erat dan memintaku untuk kembali bersamamu.

dalam mimpi kedua. kau mengajakku berkeliling menatap dunia luar. mengamati pucuk-pucuk teh yang hijau segar menggoda. memetik strawberry merah yang memanggil bibir untuk segera menyentuhnya.

dalam mimpi ketiga. aku melepaskanmu dalam sebuah perjalanan panjang di sebuah bandara. aku membawa seekor ular yang sangat besar. padahal,

Senin, 23 Juli 2012

Doaku Rabb

by : Risa Umari Y.A. at 9:45:00 PM 0 komentar
Allah, dalam diam dan kegelapan aku menangis. Aku tak tahu harus menceritakannya pada siapa lagi. Jika aku menceritakannya pada orang lain, aku tak akan mendapatkan jawaban yang pas, dan mendapatkan sebuah penyelesaian atas misteri hidupku. Aku yakin Kau mampu atasi ini Ya Rabb. Karena kaulah yang berkuasa atas raga dan semuanya ini.
Aku memiliki permintaan sederhana. Tak sederhana juga mungkin, namun ini adalah jeritan kecil dari hati kecil hamba yang sangat kecil di hadapan-Mu ini Rabb.

• Ya Rabb, secara sadar ataupun tidak seringkali aku membuat orangtuaku menangis. Aku memang tak pernah melihat air mata turun dari kedua mata indahnya. Namun aku tahu jika hatinya dipenuhi oleh air mata. Air mata yang terlepas dari topangan kelopak mata bisa saja disekat., bisa saja diobati dengan senyum yang telah mereka tunjukkan. Jiwaku yang rapuh dan lemah ini tak mampu menjamah dalamnya mutiara kasih keduanya. Tak mampu tangan berpeluh ini untuk menyekat air mata di dalamnya. Tak mampu menutup goresan lukanya. Kalau begini, kata ‘maaf’ dan tangis penyesalan tak mampu menutup goresan luka itu. ah, bagaimana ini?
Aku menangis dalam diam malam, di balik kelam yang semakin mencekam. Sudahkah aku membuat keduanya tersenyum? Pernahkah aku membuatnya bangga terhadapku? Atau, aku hanya dapat membuatnya menangis, kecewa, bahkan menyesaliku? Ya Allah, apa yang bisa aku berikan pada keduanya? Mereka mengharapkanku untuk menjadi seorang pemenang bukan jadi seorang pecundang. Memelukku dengan hangat, erat, dan menangis

Apa Kuat LDR?

by : Risa Umari Y.A. at 9:04:00 PM 7 komentar

 entah apa yang menuntunku untuk berpikir keras mengenai masalah ini. masalah jarak dan waktu yang lagi-lagi membuatku semakin rindu. tiga per empat bagian otakku terisi tentang anganku untuk tetap di sampingmu. ada rindu dan harapan yang kian pupus terkikis waktu. bukan berapa lama waktu yang membuatku merasa kehilangan dirimu. namun saat aku berharap kau ada di sini, kau tak ada. kau tak ada di sisiku untuk mendengarkan erangan hidupku.

bila saja saat pengumuman kelulusan itu kau ada di sampingku, aku merasa ini adalah sebuah kebahagiaan terbesarku. melihatku tersenyum, melihat untaian kata selamat tertutur rapi dari bibirmu yang tercermin dalam indahnya kulit eksotis. ah... aku hanya pemimpi senja. pemimpi yang tak tahu arah bulan dan bintang. pemimpi yang hanya tahu bahwa setelah senja datanglah malam. malam yang kelam, hitam, dan muram. dinginnya menusuk relung hati yang terkoyak pedih.

pernah aku memutuskan untuk menyusulmu. berada lebih dekat denganmu. dalam suatu ruang yang sama. walaupun itu sulit. aku hanya wanita rapuh yang tak berdaya. tak memiliki tenaga ataupun kelebihan lainnya. aku hanya pemilik mimpi. mimpi untuk mengunjungimu di sana. bersama denganmu. dekat denganmu. aku kembali ingin melepaskan tetesan bulir bening suci ini di dada lapangmu. aku begitu merindukan aroma parfummu.

aku rindu senyummu yang begitu lebar dan mempesona. aku merindukan deretan gigi putihmu terpatri kuat penuh pesona. apalagi dan lagi-lagi kulit eksotismu yang membuatku semakin ingin menemukan bintang dalam kkelam.

Sejuntai Doa

by : Risa Umari Y.A. at 7:45:00 PM 0 komentar
Coretan ini kubuat khusus untukmu, Tuhan. Jangan perbolehkan orang lain mengintip apalagi membaca coretan ini ya! Kau mau janji kan? Ini rahasia kita berdua, sstt oke? Janji ya? (^^V)
                Tuhan, memang impian dan cita yang aku ciptakan begitu indah. Aku akan selalu berfikir bahwa Kau sejalan dan sependapat denganku. Apa yang aku mau dan apa yang aku impi atau citakan Kau pasti mengabulkannya. Aku pikir begitu, Tuhan. Ternyata memang benar bahwa kita tidak akan mengetahui apa yang akan terjadi esok hari. Kita memang berencana, namun Kaulah yang menentukan ceritanya. Aku bagai seorang aktris yang tak tahu bagaimana scenario perjalanan hidup ini kau susun. Aku membayangkan kesenangan dan kenyamanan saja. Tanpa memiliki nyali ataupun prasangka tentang kemungkinan buruk yang akan terjadi padaku.
                Tuhan, aku mulai ya! Kenapa saat aku telah berusaha dengan susah payah, dilengkapi dengan sujud yang begitu khusyuk, doa yang begitu panjang, namun kau belum memberiku keindahan itu. Ya, aku tahu mungkin inilah jalan cerita hidupku.
                Apakah aku kurang bersungguh-sungguh? Apakah dalam sujudku aku tak khusyuk? Apakah dalam doaku tak ada kesungguhan? Atau, aku terlalu banyak melakukan kesalahan sehingga aku tak pernah mau memberikan sebuah kebajikan? Ya Rabb, maafkan hambamu yang berpeluh dosa ini. Aku sangat ingin kebahagiaan itu. Dunia dan akhirat.
                Tuhan, berikan aku kebahagiaan dalam skenariomu ya? Tolong berikan itu! Oh iya, tegur aku juga kalau aku mulai melupakanMu, Rabb. Kau tahu? Aku ingin bertemu denganMu. Aku ingin kita bertemu berdua saja.
                Tuhan, teguran-teguran dan kesalahanku serta jawab yaa coretanku ini dong! Komen di postinganku ini ya! Aku tunggu loh! Terimakasih Ya Rabb, aku mencintaimu :*


http://risaumari.blogspot.com
Tampilkan postingan dengan label Pengalaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengalaman. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 Maret 2013

Direktori File

Diposting oleh Risa Umari Y.A. di 9:16:00 AM 0 komentar
 mungkin menghapus sebuah file itu mudah
pilih direktori yang akan kamu hapuskan
lalu delete

tak akan melihat data yang dulu ada di dalamnya, kan?
tak akan menelisik sebagian kecil di dalamnya lagi, kan?
tak akan terpikirkan tentang isi itu kan?

jika kau tak sengaja "kehilangan" direktori itu
apa yang kau lakukan?
menangis?
kehilangan?
buncah?

sedang balikkan pada realisasi nyata
ini dunia nyata
di mana jiwa raga dapat terjaga
rasa dan asa dapat saling berbicara
ini bukan ilmu komputa
yang bisa kau isi buang suka-suka

Rabu, 23 Januari 2013

No Relationship No Cry No Galau

Diposting oleh Risa Umari Y.A. di 7:19:00 AM 3 komentar
Tinggal di Indonesia kan? Coba yok sama-sama kita cek. Banyakanmana sih lagu yang bahagia atau lagu sedih/galau? Entah nampaknya semakin hari kegalauan semakin akut. Istilah galau tak sekedar digunakan dalam konflik batin perasaan. Namun merembet ke sebagian besar Bahasa Indonesia.

Misal di suatu kantin sekolah, "Simi, kamu mau makan apa? Biar aku pesenin deh." Terus Simi jawab, "Simi galau mau makan apa. Makan hati aja gimana?"

Bukankah sudah jelas berbagai menu ditempel di kantin sekolah? Adakah niatan Ibu Kantin untuk mem-PHP perasaan lapar anak-anak sekolahan?

Sebenarnya saya punya suatu gagasan. Memulai kuliah tahun depan atau dua tahun lagi. Tidak juga mengambil jurusan Farmasi. Mengapa?

Karena tingkat kegalauan semakin akut. Terjadi di semua usia dan kalangan pekerjaan serta strata. Mungkin alangkah "kanan"nya saya jika saya mengajak beberapa rekan membangun universitas. UGM atau UPG. Bukan UGM universitas TOP di Indonesia yang sudah menolak saya dua kali. Tapi Universitas Gagal Move-on atau UPG. Universitas Para Galauers.

Ide cemerlang. Membuat universitas harapan dan impian remaja ababil. Mungkin IP mahasiswa di sini bisa 5,0. Nggak hanya 4,1 kaya Cinta Laura.

Judul Skripsi banyak macamnya. Dan mudah untuk melakukan penelitian serta KKN :
1. Pengaruh tweet bijak terhadap tingkat kegalauan seseorang.
2. Efek stalking terhadap tingkat polusi tisu bekas
3. Cara mudah move on
4. Cara LDR tetap langgeng

Sabtu, 12 Januari 2013

Perhiasan Terbaik

Diposting oleh Risa Umari Y.A. di 11:05:00 PM 0 komentar
Memahami sifat yang dimiliki seorang perempuan tida hanya memahami perempian apa adanya. Melainkan memahaminya dengan sepenuh rasa dan logika. Karena, sifat dan rasa yang ada di diri perempuan itu tak bisa jika hanya dijabarkan sepihak saja.

Dengan membaca perempuan secara holistik, maka sifat-sifat itu akan hadir sebagai potensi besar dalam meraih kesuksesan.

Karena itu, janganlah memahami sifat perempuan satu arah saja. Artinya, jangan hanya perempuan saja yang memahami sifat itu. Pasangannya juga harus memahaminya , sehingga akan terbentuk sinergi yang luar biasa.

Laki-laki yang dapat memanfaatkan potensi besar yang ada di dalam dirinya tentu saja akan mendapatkan berkah yang luar biasa.

Karena, potensi perempuan itu akan menjadikan sang suami semakin tehar dan tegak dalam menggapai kesuksesan di masa depan.

"Di balik pria yang hebat, ada seorang wanita kuat!"

Dengan memahami sifat dan potensi yang dimiliki oleh perempuan, maka perhiasan yang paling baik dan paling sempirna akanhadir.

Selasa, 11 Desember 2012

Surat RIndu - 1

Diposting oleh Risa Umari Y.A. di 9:12:00 PM 0 komentar
Mama, kau tahu? Hidup jauh darimu itu sangat tidak mengenakkan. Walaupun aku makan berlaukkan daging, itu terasa pahit. Sesegar apapun minuman yang aku teguk, tak cukup menghilangkan dahaga ini.

Mama, saat ini aku tumbuh ,mulai dewasa. Mungkin saatnya aku harus membuat keputusan sendiri. Belajar bertahan hidup di tengah masyarakat seorang diri. Walau sebenarnya kau tetap membimbingku dari jauh.
Mama, kau ingatkan nasihat yang pernah kau katakana padaku dulu? Untuk belajar memasak, mencuci, dan membersihkan kamarku sendiri. Dulu aku piker aku tak membutuhkannya. Ternyata, sekarang aku benar-benar butuh. Aku sangat memerlukannya.

Untungnya dengan sabar kau membimbingku melakukan ini semua. Hingga saat ini, Alhamdulillah aku mampu melakukannya. Walau tak sehebat engka, Mama.

Sabtu, 08 Desember 2012

Mungkin Hanya Ini

Diposting oleh Risa Umari Y.A. di 6:04:00 PM 0 komentar
"Kita menulis bersama di kertas yang sama. 
Bersama pula mewarnainya. 
Tapi, haruskah aku sendiri yang menghapusnya?"

"Aku menadahi hujan ini sendirian. 
Dua sumber berbeda namun sama. 
Dari Tuhan dan dari pelupuk ini.
Keduanya sama-sama dingin dan nyenyat. "

"Di luar hujan. Di jendela kamar kulihat kehilangan yang mengembun."



Jogjakarta, 8 Desember 2012
17.35
dalam perasaan yang sama seperti hujan. Dingin, pucat, dan beku
-Hafsa Karosita

Minggu, 25 November 2012

Sejiwa yang Pudar

Diposting oleh Risa Umari Y.A. di 9:25:00 AM 0 komentar
Mungkin saja hujan memudarkan sejiwa itu. Atau kau yang menyublim perlahan. Ah, nampaknya aku tak tahu menahu apa yang tengah terjadi pada dirimu. Aku masih saja duduk manis sambil menikmati setengah cangkir cappucino.

Biasanya setelah pulang dari kelas menulis, aku selalu menceritakan banyak hal padamu. Tentang begitu bahagianya aku saat bertemu dengan seseorang yang mampu membuatku meleleh dengan kata indah nan puitis yang ia tuliskan. Atau betapa bahagianya aku saat berjumpa dengan banyak orang yang memiliki keinginan dan mungkin kemampuan yang lebih dahsyat dariku.

Aku rindu bercerita itu padamu. Di tengah kelas, aku berpikir. Lalu, dengan siapakah aku akan berbagi kali ini? Entahlah. Seperti ada sepotong duri di antara kita. Aku ingin berkata, berucap, bercerita padamu. Tapi... Ah, sudahlah.

Walaupun dalam keadaan bahagia seperti ini, ini bukan bahagia namanya jika aku tak bisa berbagi denganmu. Ah, aku merasakan sakit dan bahagia itu seorang diri, tanpa ada kamu. Tanpa kamu yang selalu saja setia mendengar ceritaku seperti erangan laron.

Entah, mungkin hujan senja itu membantuku menurunkan bulir. Saat aku memulai kewajibanku pada-Nya, air itu jatuh. Ah, sedahsyat inikah hujan senja ini?

Selasa, 20 November 2012

Kamu? Ah, entahlah...

Diposting oleh Risa Umari Y.A. di 10:32:00 PM 0 komentar
Selamat malam kau
kau yang di sana
entah sedang apa
yang mungkin tak sedang memikirkanku
namun entah beruntung atau tidak dirimu
aku memikirkanmu
mendoakanmu di tengah malam ini
selalu saja begitu
ah, entahlah...

tahukah kau, 
sesak rasanya
di tiap tarikan nafas
rasanya pulmo ini menanggung beban
teramat banyak sekali
ingin menyeruak keluar
bermain dengan ikatan udara
namun, entahlah...

Kamis, 15 November 2012

101112

Diposting oleh Risa Umari Y.A. di 12:54:00 PM 2 komentar
pernah suatu saat kita berjanji untuk bertemu
mungkin bukan janji yang terlalu penting bagimu
yah, entahlah aku selalu yakin bahwa saat-saat 
yang berkaitan denganmu itu sangat penting
sangat wajib untuk kuingat dan mungkin kutulis di sini

mungkin apapun yang berkaitan denganmu
ya dengan namamu selalu kutulis di sini
agar aku bisa mengingatnya nanti
atau mungkin agar banyak yang mendoakannya ini untuk kita
maaf, maksudnya kebaikan untukku, untukmu, dan semoga saja kita

siang itu aku masih saja terjebak di tengah pekatnya asap Jogja
di antara rentetan mobil, motor, dan deru asap kendaraan
aku berjuang.
ummm tidak juga sih
ah, bahasaku terlalu berlebihan
untuk bertemu kamu di suatu tempat
tempat yang menuturutmu, dan juga aku sangat menarik

sebuah toko buku dengan cafe di lantai dua
aku selalu merasa aman, nyaman, 
dan selalu saja kepalau dipenuhi tentang angan tentangmu
ah, maafkan aku

sudah, sekarang kita duduk bersisian di sini
berhadapan
merengkuh segelas susu vanilla
manis, ah sangat manis
entah gula yang terlalu banyak tertakar, atau karena aku melihatmu?
ah, lagi-lagi aku terlalu jujur

Kamis, 08 November 2012

Em, bagaimana ya?

Diposting oleh Risa Umari Y.A. di 4:25:00 PM 0 komentar
Halo,  dirimu.

Dirimu yang entah di mana. 
Dirimu yang entah siapa.
Dirimu yang entah entah entahlah.

Taukah kau?
Aku menantimu sejak kemarin.
Menunggu di sini sejak lama. 
Untuk kemarin, hari ini, dan esok.
Esok yang entah kapan.
Tapi kutuliskan lima tahun lagi. 
Yap, setelah aku menyelesaikan studiku dan profesi.

Sabtu, 27 Oktober 2012

Rindu itu...

Diposting oleh Risa Umari Y.A. di 3:06:00 PM 2 komentar
rindu itu saat kau inginkan dia ada di sisimu
berharap dia memberikan bahunya untuk tempatmu menangis
atau meminjamkan dadanya yang lapang dan kekar untuk bersembunyi
menutupi duka sekaligus mencurahkan duka

pagi ini, aku sendirian pergi ke lapangan
memang ramai, memang dengan beberapa lainnya
namun sama saja. hampa.
aku merasa sepi dan terasing
tak ada wanita tegar yang berjalan beriringan denganku

sejak sujud pertama aku merasa mataku begitu berat
ngantuk mungkin

tubuhku dingin dan gigil
mungkin semalam Jogja sedang hujan

mukena putihku basah
mungkin embun Jogja yang terlalu ganas membelai tubuhku

Rabu, 10 Oktober 2012

Tetes Bulir yang Kembali Jatuh

Diposting oleh Risa Umari Y.A. di 6:16:00 PM 0 komentar
Telah lama aku merindukan hujan
sama seperti aku merindukanmu
sejak awal musim kemarau panjang
hingga kini hujan datang
aku masih merindukanmu
masih menantimu di tempat yang sama
dengan harapan yang semakin meruak
dengan rasa yang semakin membara

aku merindukan hujan
tak ayal keluar dari mataku sendiri
mata hitam berkantung penuh tanda tanya
semakin kuat bergelayut dalam lembar hepar
di tiap cuplikan ganglion
di tiap bagian neurotransmitter

entahlah
mungkin kalut
mungkin saja neuron terlalu lelah dan aus
otot mata telah tak seelastis dulu lagi
degub jantung lemas
tak nyaring seperti dulu

apakah ini?
apakah ini?
apakah ini?

aku hanya ingin menangis
diam-diam
dalam hati saja
biar aku saja yang tahu
sebab, jika tercurah air mata
akan ada orang yang mungkin mengulurkan tissue padaku
dan mungkin itu bukan kamu

aku ingin nangis sendiri saja
diam, sakit, dan tersiksa
hanya untukmu
air mata untukmu
walaupun kau tak akan mau tahu
dan tak akan pernah tau

bahwa
hujan ini hanya untukmu

kembalilah
bawakan aku pelangi
setelah merasakan sakitnya hujan dalam hati

Yogyakarta, 10 Oktober 2012
dalam pengharapan terbesarku
Wallahualam bisawab

http://risaumari.blogspot.com

Jumat, 28 September 2012

Surat Untukmu, Lelakiku

Diposting oleh Risa Umari Y.A. di 5:55:00 PM 0 komentar
Selamat malam kamu, (calon) lelakiku kelak
maaf aku menuliskan surat ini tanpa sepengetahuanmu
aku sengaja menuliskan ini untukmu
untukmu lelakiku.

ingin rasanya surat ini kuselipakn di tumpukan buku favoritmu
menaruhnya di depan pintu kamarmu bersama selembar poster kesukaanmu
atau aku ingin membacakannya di depanmu, Ibumu, dan keluargamu

kita memang tidak tahu kan dengan siapa kita akan berlabuh terakhir?
ini juga sebuah perjalanan panjang
menemukan dermaga yang tepat bagi hati yang tak pernah merasa lelah mencicipi cinta

sampaikan surat ini pada Ibumu ya.
walau aku tak pernah menemui atau bersitatap langsung dengan Beliau,
aku tahu Ibumu adalah wanita yang hebat
aku mengenalmu sebagai seorang pribadi hebat
bagaimana dengan Ibumu, wanita di belakangmu?

aku ingin suatu saat nanti kau berkata padaku :
duhai kamu, wanita satu-satunya yang kucintai
aku lelakimu dengan bangga dan pasti memperkenalkanmu pada Ibuku
wanita pertama yang kusayangi sebelum kamu

Kamis, 27 September 2012

Patah . . .

Diposting oleh Risa Umari Y.A. di 1:00:00 AM 0 komentar
klik klik klik
dung dung dung
klik klik klik klik klik klik enter
dung dung

irama tangan jemari menekan lembut tuts hitam
entah apa yang ia lakukan
tersenyum saat mendengar dung
mengerutkan dahi saat klik itu terdengar
oh

entahlah
tak berani aku melihatnya
tak ia beri barang sedikit celah untuk mengintip
untuk melihat apa yang dia lakukan
mengintip barang hanya sehuruf

dung dung
saat itu air wajahnya kering
bibirnya menekuk manja
mengacak-acak rambutnya
mengambil benda berwarna hitam lain
mengetik dengan cepat sambil menarik nafas panjang
bersemangat kembali membalasnya
entahlah

ia kembali merahasiakannya dariku
lagi-lagi aku hanya bisa duduk sambil menerka apa yang ia lakukan

dung dung
membukanya
klik klik klik klik
kali ini sangat panjang
sangat amat teramat panjang
enter ditekan
titik dua buka kurung terkembang
banyak sekali
huruf E terketik pertama
kursos lama sekali berkedip tanpa tau apa yang harus dilakukan
N muncul dua menit kemudian
V tiba-tiba terkembang setelah e dan n
lkalu dengan cepat tuts Y dan tombol enter terketik kuat

ia kembali meringis. mencakar tembo\k
marah sendiri
diam dan menangis
menekan Alt dan F4
dan benda hitam itupun mati

tak nada cahaya atau bunyi klik dan dung
benda hitam lainnya berkedip
berbunyi berkali-kali
lagi-lagi ia mematikannya

meraih bantal dan tidur

Yk, 27 Sept 2012 at 01.00

http://risaumari.blogspot.com

Pengantar Mimpi

Diposting oleh Risa Umari Y.A. di 12:42:00 AM 0 komentar
Assalamu'alaikum.
selamat malam.
Laylatuka saidun.
m3t m4lL4mbBh

halo. sedikit ragu sebenarnya aku menulis surat ini. ingin kutulis apa aja lah di kertas lusuh ini. hingga tetes penaku terakhir, dan mungkin tetes darahku terakhir. namun aku tak menginginkannya. aku ingin masih tetap hidup. berjuang dengan semua yang berkecamuh di hati dan pikiran. kakiku yang pegel, hati was-was, dan terkadang aku lupa apa itu mandi.

rindu itu sakit ya? ah. bukan. bukan hanya jarak yang membuat rindu itu terdengar syahdu. bukan pula jarak antar kelas, kampus, atau apalah yang membuat rindu itu mencuat tinggi? entahlah.

kisruh dan camuh di milyaran neuron otak membuatku berpikir lebih cepat. seharusnya. namun nampaknya pusat otakku menolak dengan keras terhadap sebuah materi bahan yang tak bisa dengan cepat ia cerna. ia tafsirkan dalam bentuk visual. hanya imajiner.

tak semuanya harus dituangkan dalam visual dan realistis kan? karena sejujurnya realistis itu tak seperti apa yang kamu imajinasikan. berbeda dimensi, ruang, dan mungkin keadaan.

sesungguhnya aku grogi menulis surat ini. entahlah. mungkin kau juga tak akan membacanya kan, ya? aku harap tidak. apalagi kamu menikmati surat lusuh ini dengan seseorang yang umm menurutmu terbaik untukmu. tentunya bukan aku ya?

entahlah, tak apa jua. memang setiap kata atau tulisan yang kita ukir. seperti yang kutulis di beratus-ratus kertas dalam beberapa belas buku binder itu adalah apa yang aku inginkan, mimpikan. namun apakah menjamin bahwa semuanya akan terkabul?

siapkah aku jika Allah SWT. mengabulkan semua doaku? aku tak akan mengeti apa itu kerja keras, tanggung jawab, sabar, dan keringat serta air mata. Ia tak mungkin membuatku menjadi pribadi lemah dan cengeng.

entahlah, kembali kukatakan bahwa dalam beberapa tahun lalu ini aku telah bisa berjalan seok walkau ratusan paku menghujam tubuhku. tak kelihatan. di luar nampak sama, bagus, dan menyensngkan. itulah aku. entah sku selalu saja bisa tersenyum atau tertawa. ya walau getir.

ratusan kali jarum jam berputar atau pun sekali saja ia berputar penuh tiga ratus enam puluh derajat, aku kembali mengingatmu. jika aku hanya bisa menemuimu dalam mimpi, tolong jangan bangunkan aku dari mimpiku. aku ingin tetap di sana.

melihat setangkai mawar merah yang merekah indah. berayun elok ditiup semilir angin senja. segar, hija, dan basah akibat tetes embun di pagi buta. meniupkan sedesah doa dalamnya. aku hanya ingin duduk, melihat mawar itu. tak berani mendekat. sebab kupu-kupu itu telah berhasil merayumu.

membuatmu semakin elok dengan hadirnya. aku takut untuk mengambilmu, membawamu pergi. durimu mampu melukai. menyakiti.

ah, entahlah perumpamaan ini sangat salah dan menurutku jelek. ini tak ada sedikit pun menggambarkan tentang apa yang sesungguhnya ingin kuberitahukan padamu.

teruslah ajak aku untuk bermimpi. menggantungnya jauh ke angkasa. awan akan menopangku saat aku jatuh. bumi tak tega membiarkan tubuhku yang lelah akan mimpi rebah di atasnya.

terima kasih :) maaf aku grogi menuliskannya ini untukmu.
tertanda, aku yang diam-diam mencintaimu

Yk, 27 September 2012
at : 41

http://risaumari.blogspot.com

Senin, 13 Agustus 2012

from SOMETHING to NOTHING

Diposting oleh Risa Umari Y.A. di 1:28:00 PM 1 komentar
from something to nothing. itulah kehidupan antara kita sekarang. aku yang awalnya menjadi "sesuatu" yang dapat kau banggakan, sesuatu yang dapat kau bagi dengan kasih sayang sekarang tinggal nothing. tak ada artinya lagi. tak ada apa-apanya lagi.

enam bulan yang lalu. saat kita memutuskan untuk berpisah. perpisahan yang menyenangkan aku pikir. karena dengan begitu kita bisa menjalani kehidupan masing-masing tanpa terkekang atau mengatur satu sama lain. dan juga hubungan seperti itu tak ayaknya menjadi seperti sebuah permainan. permainan kebahagiaan dunia yang menjanjikan api neraka.

sudahlah, ingat janji Tuhan kita. Ia akan memberikan kebahagiaan itu jika kita bisa menjaga diri sendiri dan orang lain. jika kita suka sama seseorang dan belum bisa untuk menikahninya, maka JAUHILAH! ya jauhilah karena itu buisa saja menjadi mudzarat bagi kita. bisa saja membuat celaka dan juga menimbulkan dosa yang amat parah dengan mulut api menganga yang siap menyambut kita.....................

Selasa, 07 Agustus 2012

Flash Back

Diposting oleh Risa Umari Y.A. di 10:34:00 PM 0 komentar

Halo masa lalu? Hai kenangan. selamat malam ya. malam ini langit sempurna kelam dan kelabu. memang saat yang nyaman untuk sedikit membuka goresan lalau ya. tak semuanya menyakitkan kok. tenang saja. kamu juga nggak menjadi tokoh utama dalam acara pergalauan ini.

 

aduh, setelah sekian lama kita berpisah aku ingin sekali menyapamu. hanya menyapa. tak bermaksud jatuh bermain bersamamu lagi.

 

oh iya, aku sekarang lebih baik loh. karena aku telah menemukan masa depanku yang ternyata sangat jauh lebih indah daripada bersamamu, masa lalu.

 >>>

Kamis, 26 Juli 2012

Aku Kembali di Masa Itu

Diposting oleh Risa Umari Y.A. di 10:30:00 PM 0 komentar
Aku sebenaarnya sudah lama untuk berhenti memikirkanmu. masuk dalam ingatan kado lalu tentang mimpi dan kemesraan kita. tak bbanyak hal yang dapat aku banggakan kala itu. tak ada yang menarik dalam hubungan itu.

entah mengapa perasaan itu muncul kembali. dalam rasa yang sama namun dalam wujud yang berbeda. ah...aku selalu saja ingin mengulang masa lalu tanpa mau tahu terhadap akibat sisi gelapnya.

selama masa peregangan kita, aku selalu menghadirkanmu dalam mimpiku. indah memang tapi setelah aku bangun dan tersadar. itu sangat menyiksa dan menyesakkan dada. aku bermimpi bertemu ibumu. ia menyambutku di depan rumahmu. memelukku erat dan memintaku untuk kembali bersamamu.

dalam mimpi kedua. kau mengajakku berkeliling menatap dunia luar. mengamati pucuk-pucuk teh yang hijau segar menggoda. memetik strawberry merah yang memanggil bibir untuk segera menyentuhnya.

dalam mimpi ketiga. aku melepaskanmu dalam sebuah perjalanan panjang di sebuah bandara. aku membawa seekor ular yang sangat besar. padahal,

Senin, 23 Juli 2012

Doaku Rabb

Diposting oleh Risa Umari Y.A. di 9:45:00 PM 0 komentar
Allah, dalam diam dan kegelapan aku menangis. Aku tak tahu harus menceritakannya pada siapa lagi. Jika aku menceritakannya pada orang lain, aku tak akan mendapatkan jawaban yang pas, dan mendapatkan sebuah penyelesaian atas misteri hidupku. Aku yakin Kau mampu atasi ini Ya Rabb. Karena kaulah yang berkuasa atas raga dan semuanya ini.
Aku memiliki permintaan sederhana. Tak sederhana juga mungkin, namun ini adalah jeritan kecil dari hati kecil hamba yang sangat kecil di hadapan-Mu ini Rabb.

• Ya Rabb, secara sadar ataupun tidak seringkali aku membuat orangtuaku menangis. Aku memang tak pernah melihat air mata turun dari kedua mata indahnya. Namun aku tahu jika hatinya dipenuhi oleh air mata. Air mata yang terlepas dari topangan kelopak mata bisa saja disekat., bisa saja diobati dengan senyum yang telah mereka tunjukkan. Jiwaku yang rapuh dan lemah ini tak mampu menjamah dalamnya mutiara kasih keduanya. Tak mampu tangan berpeluh ini untuk menyekat air mata di dalamnya. Tak mampu menutup goresan lukanya. Kalau begini, kata ‘maaf’ dan tangis penyesalan tak mampu menutup goresan luka itu. ah, bagaimana ini?
Aku menangis dalam diam malam, di balik kelam yang semakin mencekam. Sudahkah aku membuat keduanya tersenyum? Pernahkah aku membuatnya bangga terhadapku? Atau, aku hanya dapat membuatnya menangis, kecewa, bahkan menyesaliku? Ya Allah, apa yang bisa aku berikan pada keduanya? Mereka mengharapkanku untuk menjadi seorang pemenang bukan jadi seorang pecundang. Memelukku dengan hangat, erat, dan menangis

Apa Kuat LDR?

Diposting oleh Risa Umari Y.A. di 9:04:00 PM 7 komentar

 entah apa yang menuntunku untuk berpikir keras mengenai masalah ini. masalah jarak dan waktu yang lagi-lagi membuatku semakin rindu. tiga per empat bagian otakku terisi tentang anganku untuk tetap di sampingmu. ada rindu dan harapan yang kian pupus terkikis waktu. bukan berapa lama waktu yang membuatku merasa kehilangan dirimu. namun saat aku berharap kau ada di sini, kau tak ada. kau tak ada di sisiku untuk mendengarkan erangan hidupku.

bila saja saat pengumuman kelulusan itu kau ada di sampingku, aku merasa ini adalah sebuah kebahagiaan terbesarku. melihatku tersenyum, melihat untaian kata selamat tertutur rapi dari bibirmu yang tercermin dalam indahnya kulit eksotis. ah... aku hanya pemimpi senja. pemimpi yang tak tahu arah bulan dan bintang. pemimpi yang hanya tahu bahwa setelah senja datanglah malam. malam yang kelam, hitam, dan muram. dinginnya menusuk relung hati yang terkoyak pedih.

pernah aku memutuskan untuk menyusulmu. berada lebih dekat denganmu. dalam suatu ruang yang sama. walaupun itu sulit. aku hanya wanita rapuh yang tak berdaya. tak memiliki tenaga ataupun kelebihan lainnya. aku hanya pemilik mimpi. mimpi untuk mengunjungimu di sana. bersama denganmu. dekat denganmu. aku kembali ingin melepaskan tetesan bulir bening suci ini di dada lapangmu. aku begitu merindukan aroma parfummu.

aku rindu senyummu yang begitu lebar dan mempesona. aku merindukan deretan gigi putihmu terpatri kuat penuh pesona. apalagi dan lagi-lagi kulit eksotismu yang membuatku semakin ingin menemukan bintang dalam kkelam.

Sejuntai Doa

Diposting oleh Risa Umari Y.A. di 7:45:00 PM 0 komentar
Coretan ini kubuat khusus untukmu, Tuhan. Jangan perbolehkan orang lain mengintip apalagi membaca coretan ini ya! Kau mau janji kan? Ini rahasia kita berdua, sstt oke? Janji ya? (^^V)
                Tuhan, memang impian dan cita yang aku ciptakan begitu indah. Aku akan selalu berfikir bahwa Kau sejalan dan sependapat denganku. Apa yang aku mau dan apa yang aku impi atau citakan Kau pasti mengabulkannya. Aku pikir begitu, Tuhan. Ternyata memang benar bahwa kita tidak akan mengetahui apa yang akan terjadi esok hari. Kita memang berencana, namun Kaulah yang menentukan ceritanya. Aku bagai seorang aktris yang tak tahu bagaimana scenario perjalanan hidup ini kau susun. Aku membayangkan kesenangan dan kenyamanan saja. Tanpa memiliki nyali ataupun prasangka tentang kemungkinan buruk yang akan terjadi padaku.
                Tuhan, aku mulai ya! Kenapa saat aku telah berusaha dengan susah payah, dilengkapi dengan sujud yang begitu khusyuk, doa yang begitu panjang, namun kau belum memberiku keindahan itu. Ya, aku tahu mungkin inilah jalan cerita hidupku.
                Apakah aku kurang bersungguh-sungguh? Apakah dalam sujudku aku tak khusyuk? Apakah dalam doaku tak ada kesungguhan? Atau, aku terlalu banyak melakukan kesalahan sehingga aku tak pernah mau memberikan sebuah kebajikan? Ya Rabb, maafkan hambamu yang berpeluh dosa ini. Aku sangat ingin kebahagiaan itu. Dunia dan akhirat.
                Tuhan, berikan aku kebahagiaan dalam skenariomu ya? Tolong berikan itu! Oh iya, tegur aku juga kalau aku mulai melupakanMu, Rabb. Kau tahu? Aku ingin bertemu denganMu. Aku ingin kita bertemu berdua saja.
                Tuhan, teguran-teguran dan kesalahanku serta jawab yaa coretanku ini dong! Komen di postinganku ini ya! Aku tunggu loh! Terimakasih Ya Rabb, aku mencintaimu :*


http://risaumari.blogspot.com

 

Secangkir Capuccinno Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea