Sabtu, 10 November 2012

by : Risa Umari Y.A. at 5:07:00 PM 0 komentar
by : Risa Umari Y.A. at 4:39:00 PM 0 komentar
by : Risa Umari Y.A. at 4:38:00 PM 0 komentar

Kamis, 08 November 2012

Em, bagaimana ya?

by : Risa Umari Y.A. at 4:25:00 PM 0 komentar
Halo,  dirimu.

Dirimu yang entah di mana. 
Dirimu yang entah siapa.
Dirimu yang entah entah entahlah.

Taukah kau?
Aku menantimu sejak kemarin.
Menunggu di sini sejak lama. 
Untuk kemarin, hari ini, dan esok.
Esok yang entah kapan.
Tapi kutuliskan lima tahun lagi. 
Yap, setelah aku menyelesaikan studiku dan profesi.

Hujan di Bulan November

by : Risa Umari Y.A. at 3:38:00 PM 0 komentar
Duhai Sang Maha Cinta. Duhai Pemilik Rindu. Duhai Pemilik Hati, Jiwa, dan Perasaan. Duhai Sang Maha Segalanya. Yang Maha Membolak-balikkan Hati

Di sini di awal November yang ujung. Lalu, di awal November lalu. Sama. Hujan November. Menyibakkan kegersangan hati. Menutup retakan jiwa. Menitikkan kehidupan padapribadi yang mulai mati. Kering. Dan mulai kehilangan harap.

Lalu, bagaimanakah dengan aku? Cukupkah kuat aku di atas tanah lembab dan terkulai lemah ini? hah? Sanggup? Cukupkah aku dengan curah hujan yang tidak bisa tertakar ini?

Setelah hujan datang biasanya ada pelangi. Bagaimana jika yang terjadi adalkah sebalikannya? Bukan, bukan tak ada hujan ataupun pelangi. Maksudku bagaimana jika pelangi tampil sebelum hujan? Ya begitu maksudku. Aku telah tersibak terlebih dahulu oleh fatamorgana. 

Entah semu, maya, nyata, ataukah ilusi? Entahlah apa itu. Yang jelas aku menikmati lingkar hidup yang Ia goreskan.  Dia yang maha segalanya. Yang maha mengetahui. Memiliki apa yang kini bersamaku. Apa yang kini telah dititipkan padaku. Benar, suatu saat pasti akan lepas. Aku harus rela melepaskan apa yanglagi aku pinjam. Sedang kunikmati. Atau apa sajalah.

Sabtu, 27 Oktober 2012

Rindu itu...

by : Risa Umari Y.A. at 3:06:00 PM 2 komentar
rindu itu saat kau inginkan dia ada di sisimu
berharap dia memberikan bahunya untuk tempatmu menangis
atau meminjamkan dadanya yang lapang dan kekar untuk bersembunyi
menutupi duka sekaligus mencurahkan duka

pagi ini, aku sendirian pergi ke lapangan
memang ramai, memang dengan beberapa lainnya
namun sama saja. hampa.
aku merasa sepi dan terasing
tak ada wanita tegar yang berjalan beriringan denganku

sejak sujud pertama aku merasa mataku begitu berat
ngantuk mungkin

tubuhku dingin dan gigil
mungkin semalam Jogja sedang hujan

mukena putihku basah
mungkin embun Jogja yang terlalu ganas membelai tubuhku

Selasa, 23 Oktober 2012

Tuhan, Haruskah Aku Menyerah?

by : Risa Umari Y.A. at 11:54:00 PM 0 komentar
Tuhan, maaf. untuk kesekian kalinya aku menangis.
di hadapanmu, dengan mata sembab, pipi merah merekah, dan senyum kecut yang terkulum.
sesak rasanya yang kurasakan. entahlah, Tuhan.

saat aku mulai belajar akan satu hal baru,
tidak bolehkah aku salah?
tidak bolehkah aku keliru?

mungkin HANYA lewat kesalahan yang terlewat penuh pilu ini
aku mengerti apa itu hidup
aku paham akan alur kehidupan yang nyeri

setelah kesulitan pasti akan ada kemudahan
ya, setelah kesulitan pasti akan ada kemudahan

ingin rasanya aku terbang, melintasi jutaan rangkap reaksi
namun aku tetaplah kovalen.

tetap setia pada pasangan awalnya
bukan seperti ion yang jika bertemu dengan yang lebih kuat akan pergi
mendekat, berikatan, dan meninggalkan yang lemah

atau, aku keduanya. entahlah...

Tuhan, aku ingin bertemu hujan
menangis bersamanya
ingin membawa rindu yang penuh duka ini bersamanya
dalam kemilau Sungai Piedra
agar ia tahu, bahwa air mataku itu kaku, keras, dan jika
menghujam akan sakit sekali.

Tuhan, bolehkah aku menyerah? mungkin saat ini aku dapat berkata demikian?
namun aku akan tetap menjaganya
menjadi kovalen
kovale yang bereaksi dalam segala jenis dan keadaan mod



http://risaumari.blogspot.com
Yk, 16 Oktober 2012
Ya Allah, aku tak mau menyerah!!!

Sabtu, 10 November 2012

Diposting oleh Risa Umari Y.A. di 5:07:00 PM 0 komentar
Diposting oleh Risa Umari Y.A. di 4:39:00 PM 0 komentar
Diposting oleh Risa Umari Y.A. di 4:38:00 PM 0 komentar

Kamis, 08 November 2012

Em, bagaimana ya?

Diposting oleh Risa Umari Y.A. di 4:25:00 PM 0 komentar
Halo,  dirimu.

Dirimu yang entah di mana. 
Dirimu yang entah siapa.
Dirimu yang entah entah entahlah.

Taukah kau?
Aku menantimu sejak kemarin.
Menunggu di sini sejak lama. 
Untuk kemarin, hari ini, dan esok.
Esok yang entah kapan.
Tapi kutuliskan lima tahun lagi. 
Yap, setelah aku menyelesaikan studiku dan profesi.

Hujan di Bulan November

Diposting oleh Risa Umari Y.A. di 3:38:00 PM 0 komentar
Duhai Sang Maha Cinta. Duhai Pemilik Rindu. Duhai Pemilik Hati, Jiwa, dan Perasaan. Duhai Sang Maha Segalanya. Yang Maha Membolak-balikkan Hati

Di sini di awal November yang ujung. Lalu, di awal November lalu. Sama. Hujan November. Menyibakkan kegersangan hati. Menutup retakan jiwa. Menitikkan kehidupan padapribadi yang mulai mati. Kering. Dan mulai kehilangan harap.

Lalu, bagaimanakah dengan aku? Cukupkah kuat aku di atas tanah lembab dan terkulai lemah ini? hah? Sanggup? Cukupkah aku dengan curah hujan yang tidak bisa tertakar ini?

Setelah hujan datang biasanya ada pelangi. Bagaimana jika yang terjadi adalkah sebalikannya? Bukan, bukan tak ada hujan ataupun pelangi. Maksudku bagaimana jika pelangi tampil sebelum hujan? Ya begitu maksudku. Aku telah tersibak terlebih dahulu oleh fatamorgana. 

Entah semu, maya, nyata, ataukah ilusi? Entahlah apa itu. Yang jelas aku menikmati lingkar hidup yang Ia goreskan.  Dia yang maha segalanya. Yang maha mengetahui. Memiliki apa yang kini bersamaku. Apa yang kini telah dititipkan padaku. Benar, suatu saat pasti akan lepas. Aku harus rela melepaskan apa yanglagi aku pinjam. Sedang kunikmati. Atau apa sajalah.

Sabtu, 27 Oktober 2012

Rindu itu...

Diposting oleh Risa Umari Y.A. di 3:06:00 PM 2 komentar
rindu itu saat kau inginkan dia ada di sisimu
berharap dia memberikan bahunya untuk tempatmu menangis
atau meminjamkan dadanya yang lapang dan kekar untuk bersembunyi
menutupi duka sekaligus mencurahkan duka

pagi ini, aku sendirian pergi ke lapangan
memang ramai, memang dengan beberapa lainnya
namun sama saja. hampa.
aku merasa sepi dan terasing
tak ada wanita tegar yang berjalan beriringan denganku

sejak sujud pertama aku merasa mataku begitu berat
ngantuk mungkin

tubuhku dingin dan gigil
mungkin semalam Jogja sedang hujan

mukena putihku basah
mungkin embun Jogja yang terlalu ganas membelai tubuhku

Selasa, 23 Oktober 2012

Tuhan, Haruskah Aku Menyerah?

Diposting oleh Risa Umari Y.A. di 11:54:00 PM 0 komentar
Tuhan, maaf. untuk kesekian kalinya aku menangis.
di hadapanmu, dengan mata sembab, pipi merah merekah, dan senyum kecut yang terkulum.
sesak rasanya yang kurasakan. entahlah, Tuhan.

saat aku mulai belajar akan satu hal baru,
tidak bolehkah aku salah?
tidak bolehkah aku keliru?

mungkin HANYA lewat kesalahan yang terlewat penuh pilu ini
aku mengerti apa itu hidup
aku paham akan alur kehidupan yang nyeri

setelah kesulitan pasti akan ada kemudahan
ya, setelah kesulitan pasti akan ada kemudahan

ingin rasanya aku terbang, melintasi jutaan rangkap reaksi
namun aku tetaplah kovalen.

tetap setia pada pasangan awalnya
bukan seperti ion yang jika bertemu dengan yang lebih kuat akan pergi
mendekat, berikatan, dan meninggalkan yang lemah

atau, aku keduanya. entahlah...

Tuhan, aku ingin bertemu hujan
menangis bersamanya
ingin membawa rindu yang penuh duka ini bersamanya
dalam kemilau Sungai Piedra
agar ia tahu, bahwa air mataku itu kaku, keras, dan jika
menghujam akan sakit sekali.

Tuhan, bolehkah aku menyerah? mungkin saat ini aku dapat berkata demikian?
namun aku akan tetap menjaganya
menjadi kovalen
kovale yang bereaksi dalam segala jenis dan keadaan mod



http://risaumari.blogspot.com
Yk, 16 Oktober 2012
Ya Allah, aku tak mau menyerah!!!

 

Secangkir Capuccinno Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea